Bangka Tengah Catat 81 Karhutla, 146 Hektare Lahan Terdampak

by -1554 Views

Bangka Tengah, Demokrasibabel.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, selama musim kemarau. Sejak Januari hingga Agustus 2026, tercatat 81 kejadian karhutla dengan total lahan terdampak mencapai sekitar 146 hektare.

Sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya kawasan Tanjung Langka, Kelurahan Padang Mulia, hingga kawasan eks Koba Tin (Ekskobatin).

Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara mengatakan penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Namun, pihaknya menduga kebakaran terjadi akibat aktivitas manusia.

“Penyebabnya memang belum bisa kami pastikan secara pasti, apakah ada orang yang membakar atau tidak. Tetapi kami menganggap ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Yudhi kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).

Yudhi mengatakan petugas BPBD langsung melakukan pemadaman setiap kali menerima laporan kebakaran. Lama proses pemadaman bergantung pada luas dan kondisi lahan yang terbakar.

Untuk kebakaran dengan luas sekitar 5,5 hektare, pemadaman biasanya dapat dilakukan dalam waktu relatif cepat. Namun, untuk kebakaran berskala besar seperti di kawasan Ekskobatin, proses pemadaman bisa berlangsung hingga 4-5 jam.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan lahan kering membuat api lebih mudah menyebar. Suhu di wilayah Koba bahkan berada di kisaran 32-33 derajat Celsius setiap hari.

“Kami berharap tidak terjadi lagi kebakaran lahan. Saat ini kondisi memang sangat panas dan kemarau, sehingga api sangat mudah sekali terbakar, apalagi rumput dalam kondisi kering,” ujarnya.

Selain meningkatkan risiko karhutla, musim kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih. BPBD mencatat sekitar 12 desa di Bangka Tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Pemerintah daerah berharap hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan dapat berangsur normal dan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi.

“Harapan kami kejadian ini cepat berlalu, hujan cepat datang, sehingga warga tidak lagi kekurangan air bersih,” tuturnya.

Dalam menangani kekeringan, BPBD Bangka Tengah bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi lintas sektor. Distribusi air bersih juga mulai dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak.

Namun, belum seluruh desa yang mengalami kekeringan dapat terlayani secara bersamaan. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara bertahap.

“Memang seluruh desa yang terdampak belum semuanya tersentuh, tetapi akan terus kami lakukan supaya semuanya dapat tersentuh dan kebutuhan air bersih masyarakat bisa tercukupi,” pungkas Yudhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.