Bupati Bangka Tengah Larang Warga Gunakan Api untuk Bersihkan Lahan Saat Kemarau

by -1277 Views

Bangka Tengah, Demokrasibabel.com – Bupati Bangka Tengah Algafri Rahman mengingatkan masyarakat tidak menggunakan api untuk membersihkan atau membuka lahan selama musim kemarau. Pembakaran lahan dinilai berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Hal itu disampaikan Algafri saat memimpin Apel Siaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Halaman Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (13/8/2026). Apel tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

“Alhamdulillah kita melaksanakan apel siaga dalam menghadapi terutama musim kemarau. Beberapa titik mitigasi sudah kita buat melalui BPBD, terutama daerah-daerah yang berpotensi menjadi pemicu terjadinya kekeringan maupun kebakaran,” ujar Algafri seusai apel.

Algafri mengatakan kondisi kemarau dengan tingkat kelembapan rendah meningkatkan risiko kebakaran lahan. Karena itu, seluruh unsur terkait diminta mengaktifkan sumber daya yang dimiliki agar dapat bergerak cepat ketika terjadi bencana.

“Kita harus mengaktifkan kembali semua potensi yang kita punya, termasuk organ-organ yang ada untuk segera kita berdayakan,” katanya.

Dia menyebut berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kebakaran lahan di Bangka Tengah telah berdampak terhadap area sekitar 146 hektare. Namun, Algafri menegaskan kebakaran tidak seluruhnya disebabkan aktivitas manusia karena kondisi alam dan lingkungan yang kering juga dapat memicu munculnya titik api.

“Memang sudah terdeteksi percikan-percikan, terutama masalah kebakaran hutan, kurang lebih 118 hektare. Tetapi semua itu bisa kita tanggulangi,” jelasnya.

Menurut Algafri, benda tertentu seperti kaca dan botol minuman yang berada di lahan terbuka juga dapat memantulkan sinar matahari dan berpotensi memicu percikan api dalam kondisi tertentu.

Dia pun secara tegas meminta warga tidak membakar lahan untuk membersihkan maupun membuka area baru.

“Yang pertama, kita mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahan-lahan yang saat ini mengalami kekeringan dan tidak menggunakan api sebagai sarana untuk membersihkan lahan. Itu sangat terlarang,” tegasnya.

Algafri mengatakan pembakaran untuk membuka atau memperluas lahan dapat menyebabkan api menyebar dan sulit dikendalikan. Selain membahayakan lingkungan dan permukiman, tindakan tersebut juga dapat berujung pada konsekuensi hukum.

Kewaspadaan, lanjutnya, juga perlu dilakukan masyarakat di lingkungan rumah. Rendahnya kelembapan membuat api lebih mudah menyebar jika terjadi kelalaian.

“Di rumah pun harus waspada karena kondisi alam saat ini, kelembapan kita sangat rendah. Tentu kita khawatir dengan kebakaran yang terjadi,” ujarnya.

Selain ancaman kebakaran, Algafri meminta masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Menurutnya, penggunaan air secara berlebihan dapat mengurangi debit sumber air dan berdampak pada ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Dengan kondisi yang saat ini kering, kita mohon kepada masyarakat untuk menghemat pemanfaatan air. Penggunaan air yang berlebihan akan mengurangi debitnya dan pemasok air kita juga berkurang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.