Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Irjen Pol Viktor T. Sihombing menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian turun ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengawasi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah itu dilakukan menyusul antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Instruksi tersebut disampaikan Viktor usai menggelar audiensi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan perwakilan SPBU di Mapolda Babel, Selasa (14/7/2026).
“Tadi kami audiensi dengan Pertamina dan perwakilan SPBU terkait antisipasi pendistribusian BBM melalui SPBU yang belakangan ini ada banyak antrean panjang di lapangan,” kata Viktor.
Menurutnya, pertemuan itu juga membahas berbagai persoalan yang menyebabkan antrean BBM serta mencari solusi bersama. Hasil pembahasan tersebut akan dibawa dalam rapat bersama pemerintah daerah.
“Sekalian melihat apa problem permasalahan dan kami lihat ada solusi-solusi yang nanti akan dibawa ke rapat bersama Pemda besok. Mudah-mudahan ada solusi untuk antisipasinya,” ujarnya.
Viktor menegaskan penyaluran BBM bersubsidi harus tepat sasaran. Karena itu, pengawasan akan dilakukan bersama Pertamina, pengelola SPBU, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Oleh sebab itu kita bekerja sama dengan Pertamina, SPBU dan pemerintah daerah, termasuk mengimbau masyarakat supaya nanti tidak ada penyelewengan BBM subsidi,” jelasnya.
Selain mengawasi distribusi BBM, Kapolda juga meminta personelnya membantu mengurai antrean kendaraan di SPBU agar tidak memicu kemacetan.
“Yang jelas lalu lintas harus tetap terjaga dan tidak boleh macet. Penyelewengan BBM subsidi harus bisa diantisipasi. Kami juga akan melakukan tindakan-tindakan termasuk penegakan hukum,” tegas Viktor.
Ia memastikan kepolisian akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan, termasuk jika melibatkan anggota Polri.
“Semua orang punya peluang melakukan pelanggaran dan kita tidak pandang bulu. Kalau ada anggota Polri yang salah kita ingatkan, ada dari instansi lain kita beritahu kesatuannya, ada masyarakat dan ini saatnya kita ingatkan itu,” katanya.
Viktor mengatakan para kapolres telah diperintahkan untuk melakukan pengawasan hingga penindakan apabila ditemukan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kita akan menginstruksikan para Kapolres untuk merazia, mengawasi, menindak, menegakkan hukum bila perlu menyita barang bukti yang sudah melakukan penyelewengan,” pungkasnya.









