Bangka Selatan, Demokrasibabel – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangka Selatan mengapresiasi inisiatif Ketua LIBAS Bangka Selatan, Yoelchaidir atau Nyerupe, dalam memperkenalkan warisan budaya Sindeng Punggawa melalui media sosial dan produk kreatif.
Kepala Diskominfo Bangka Selatan Yuri Siswanto menilai keterlibatan komunitas dalam mempromosikan budaya lokal menjadi bagian penting dari upaya melestarikan warisan leluhur di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurut Yuri, pemanfaatan teknologi informasi dapat memperluas jangkauan promosi budaya daerah sekaligus mendekatkan tradisi lokal kepada generasi muda melalui media yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.
Inisiatif yang dilakukan Yoelchaidir antara lain mempromosikan Sindeng Punggawa melalui media sosial, menawarkan produk untuk berbagai kegiatan, hingga membuat miniatur Sindeng berbentuk gantungan kunci yang dipasarkan melalui grup WhatsApp.
“Upaya memperkenalkan Sindeng kepada masyarakat merupakan langkah positif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Terlebih, pemanfaatan media sosial dan pengembangan produk kreatif seperti miniatur gantungan kunci dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang lebih menarik dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Yuri.
Dia mengatakan, kreativitas dalam mempromosikan budaya dapat menjadi alternatif agar tradisi lokal tetap dikenal dan tidak hanya muncul dalam kegiatan adat maupun seremoni resmi.
Yuri menegaskan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku budaya hingga masyarakat luas. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar nilai-nilai tradisi tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Warisan budaya tidak cukup hanya dikenal, tetapi juga perlu dipahami nilai dan maknanya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, kami mendorong agar berbagai potensi budaya daerah terus diperkenalkan melalui cara-cara kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi informasi,” katanya.
Yuri juga mendorong masyarakat memanfaatkan ruang digital secara positif untuk memperluas promosi kebudayaan Bangka Selatan. Dengan strategi komunikasi yang kreatif, informasi mengenai tradisi daerah diharapkan dapat menjangkau masyarakat di luar wilayah setempat.
Salah satu warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan adalah Sindeng, penutup kepala tradisional masyarakat Melayu Bangka Selatan yang berkaitan dengan adat, sejarah, dan identitas masyarakat, terutama di Kecamatan Kepulauan Pongok.
Dalam tradisi masyarakat setempat, Sindeng dikenal memiliki tiga jenis, yakni Sindeng Sikapur Sirih, Sindeng Lang Betedung, dan Sindeng Punggawa. Setiap jenis memiliki fungsi dan makna tersendiri, termasuk penggunaan warna yang berkaitan dengan peran pemakainya dalam kehidupan adat.
Keberadaan Sindeng semakin mendapat pengakuan setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada Oktober 2025. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga telah mendaftarkannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal untuk mendukung perlindungan terhadap kekayaan budaya daerah.
Diskominfo Bangka Selatan berharap inisiatif promosi budaya melalui media digital dan pengembangan produk kreatif dapat terus berkembang serta menginspirasi komunitas lainnya.
Melalui keterlibatan pemerintah dan masyarakat, Sindeng diharapkan tidak sekadar menjadi peninggalan sejarah, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari identitas daerah yang dikenal, dipahami, dan dibanggakan oleh generasi mendatang.







