KMP Gorare Tinggalkan Pelabuhan Sadai, DPRD Basel Soroti Dermaga Rusak Berbulan-bulan

by -903 Views
Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan, H. Kamarudin

Toboali, Demokrasibabel – KMP Gorare, kapal perintis milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), akhirnya meninggalkan Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Bangka Selatan, dan beroperasi di pelabuhan lain. Kepergian kapal yang selama bertahun-tahun melayani rute Sadai-Tanjung Gading itu berdampak terhadap mobilitas dan distribusi logistik masyarakat kepulauan.

Fasilitas movable bridge (MB) di Pelabuhan Sadai diketahui tidak berfungsi sejak 23 Juni 2026. Kondisi tersebut membuat sejumlah layanan penyeberangan, termasuk menuju Tanjung Gading dan Tanjung Ru, Belitung, terganggu.

Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan, H. Kamarudin, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, KMP Gorare memiliki peran penting dalam sejarah transportasi laut masyarakat Pulau Lepar.

“KMP Gorare merupakan saksi sejarah dan urat nadi pertama penyeberangan rakyat Lepar. Sangat disayangkan kapal perintis paling lama yang mengabdi di Sadai justru harus meninggalkan pelabuhan karena dermaga rusak berbulan-bulan tanpa solusi nyata,” ujar Kamarudin, Selasa (22/9/2026).

Ia menilai terhentinya akses penyeberangan turut berdampak pada pasokan kebutuhan pokok ke Pulau Lepar dan Pongok.

Karena itu, Kamarudin meminta Pemkab Bangka Selatan segera mencari solusi agar Pelabuhan Sadai kembali berfungsi optimal.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk membiarkan kondisi Pelabuhan Sadai berlarut-larut tanpa penyelesaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.