Bangka Selatan, Demokrasibabel – Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Mabes TNI memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Satgas menyoroti potensi kebakaran di sekitar 60 ribu hektare lahan gambut di wilayah tersebut.
Satgas yang terdiri dari enam personel itu merupakan tindak lanjut perintah Presiden yang diteruskan oleh Panglima TNI. Tim diterjunkan untuk mendukung pencegahan, mitigasi, hingga penanganan karhutla bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Kolonel Inf Teguh selaku Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI mengatakan wilayah Bangka dan Belitung memiliki potensi karhutla yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah Bangka Selatan.
“Bangka Selatan memiliki sekitar 60 ribu hektare lahan gambut dengan kedalaman yang cukup signifikan, yakni berkisar 100 hingga 200 sentimeter dari permukaan tanah,” kata Teguh, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kondisi lahan gambut tersebut memiliki potensi besar mengalami kebakaran, terutama saat wilayah Bangka Selatan memasuki musim kering berkepanjangan.
Teguh mengatakan saat ini memang terdapat beberapa titik api. Namun, menurutnya, upaya pemadaman yang dilakukan Satgas Karhutla bersama unsur terkait mampu mencegah api meluas.
“Memang saat ini baru beberapa titik api, namun atas kerja Satgas Karhutla yang ada di wilayah, bekerja sama dengan kita, kita sudah bisa melakukan pemadaman,” ujarnya.
Tekankan Pencegahan
Teguh menegaskan penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan setelah api muncul. Menurutnya, edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran.
Dia mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk insan pers, ikut menyosialisasikan pentingnya pencegahan karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
“Penanganan kebakaran hutan ini tidak bisa hanya mengandalkan aparatur, namun membutuhkan sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat,” katanya.
Dia menilai laporan cepat dari masyarakat akan membantu aparat dan Satgas Karhutla melakukan respons sedini mungkin. Dengan begitu, kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Gandeng Pemda dan OPD
Selama berada di Bangka Selatan, Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi dilakukan antara lain dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang juga membawahi pemadam kebakaran.
Selain itu, tim berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang memiliki kewenangan di sektor perkebunan. Kolaborasi juga dilakukan bersama Dandim setempat dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan langkah dalam pencegahan, mitigasi, hingga rehabilitasi wilayah pascakebakaran.
“Pada awalnya kita harus melakukan edukasi. Kemudian kita mengajak seluruh SKPD dan komponen masyarakat yang lain untuk getuk tular. Setelah kita sampaikan kepada mereka, mereka juga harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat lainnya,” jelas Teguh.
Dia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak dapat semakin memperkuat pencegahan karhutla di Bangka Selatan.
Menurut Teguh, keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga pemulihan lingkungan.







