20 Peserta SMK Go Global Pangkalpinang Disiapkan Jadi Pekerja Migran

by -1035 Views

Pangkalpinang – Sebanyak 20 peserta program SMK Go Global di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mulai dibekali keterampilan dan kompetensi sebagai persiapan untuk bekerja di luar negeri.

Program tersebut digagas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang sebagai upaya meningkatkan kesiapan tenaga kerja daerah sebelum mengikuti proses penempatan sebagai pekerja migran Indonesia.

Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan 20 peserta yang mengikuti program tersebut merupakan hasil seleksi dari total 51 orang yang mendaftar.

“Dari 51 orang yang mengikuti seleksi, sebanyak 26 orang lulus seleksi administrasi. Kemudian setelah mengikuti seleksi akhir yang dilaksanakan BPTK, terpilih 20 orang,” kata Amrah.

Ia menjelaskan, SMK Go Global tidak hanya memberikan pembekalan, tetapi juga pelatihan keterampilan yang dibutuhkan peserta sebelum nantinya ditempatkan untuk bekerja di luar negeri.

Negara tujuan penempatan nantinya akan disesuaikan dengan minat dan kompetensi masing-masing peserta. Saat ini, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang berpotensi menjadi tujuan penempatan.

Namun demikian, Amrah menyebut peluang penempatan juga terbuka di negara lain selama sesuai dengan kompetensi yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan.

“Skemanya sekarang berdasarkan minat. Namun, setelah kami usulkan berdasarkan bakat anak-anak, potensi negara tujuan saat ini memang ada di Arab Saudi. Tidak menutup kemungkinan beberapa negara lain juga, asalkan sesuai dengan kompetensi yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Amrah menuturkan, pelatihan dalam program tersebut berlangsung selama sekitar tiga bulan dan diperkirakan selesai pada Desember 2026.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai salah satu tahapan sebelum memasuki proses penempatan sebagai pekerja migran.

“Kalau uji kompetensinya bisa cepat kami selesaikan, mungkin pada pertengahan semester pertama tahun depan akan kami upayakan penempatannya secepatnya,” katanya.

Adapun pelatihan yang diberikan dalam program SMK Go Global secara khusus mencakup kejuruan barista serta kompetensi Bahasa Inggris.

Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi peserta, mengingat sejumlah negara tujuan penempatan pekerja migran mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris.

Melalui program tersebut, Disnaker Pangkalpinang berharap para peserta memiliki keterampilan dan kesiapan yang lebih baik sehingga mampu bersaing sekaligus memenuhi persyaratan untuk bekerja di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.