5 Ibu Hamil Meninggal di Bangka Selatan pada Semester I 2026, Pemkab Perkuat Pencegahan

by -1093 Views

Bangka Selatan, Demokrasibabel – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperkuat upaya pencegahan kematian ibu dan bayi serta stunting sejak masa kehamilan. Langkah itu dilakukan melalui kegiatan Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Teladan, Senin (6/7/2026). Kegiatan dibuka Kepala DKPPKB Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, dan diikuti sekitar 170 peserta.

Peserta terdiri dari ibu hamil, kader, tenaga kesehatan, perangkat daerah, serta sejumlah organisasi yang terlibat dalam program kesehatan ibu dan anak.

Agus mengatakan pencegahan stunting perlu dilakukan sejak bayi masih berada dalam kandungan. Karena itu, kesehatan ibu selama kehamilan menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian.

“Penggerakan Bumil Sehat merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat, berpengetahuan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa kehamilan sebagai langkah pencegahan stunting sejak sebelum bayi lahir,” ujar Agus.

Menurutnya, ibu hamil perlu mendapatkan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) sesuai standar. Pemeriksaan tersebut penting untuk memantau kondisi ibu dan janin sekaligus mendeteksi potensi masalah kesehatan sedini mungkin.

Agus menyebut pemeriksaan kehamilan saat ini dianjurkan minimal enam kali, dengan dua kali pemeriksaan di antaranya menggunakan ultrasonografi (USG).

“Ketentuan tersebut telah diterapkan sejak 2021 dan mengacu pada rekomendasi WHO,” katanya.

Selain pemeriksaan rutin, ibu hamil juga didorong mengikuti kelas ibu hamil minimal empat kali. Salah satu pertemuan dianjurkan melibatkan suami agar keluarga memahami kondisi kehamilan dan tanda-tanda bahaya yang membutuhkan penanganan segera.

Pemkab Bangka Selatan juga berupaya memperkuat fasilitas kesehatan untuk mendukung pemeriksaan ibu hamil. DKPPKB mencatat kebutuhan 10 perangkat USG untuk 10 puskesmas. Namun, satu unit di antaranya saat ini mengalami kerusakan.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui posyandu. Layanan antropometri dikembangkan untuk membantu kader dan tenaga kesehatan memantau pertumbuhan serta perkembangan anak secara berkala.

5 Ibu Meninggal

Agus mengungkapkan angka kematian ibu dan bayi di Bangka Selatan menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Semester I 2026, tercatat lima kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sepanjang 2025. Saat itu tercatat dua kasus kematian ibu dan delapan kasus kematian bayi.

“Data tersebut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan,” tegasnya.

Kegiatan Penggerakan Bumil Sehat menjadi pembuka rangkaian agenda kesehatan DKPPKB Bangka Selatan selama tiga hari.

Agenda dilanjutkan dengan Penggerakan Cegah Stunting pada Selasa (7/7/2026). Kemudian pada Rabu (8/7/2026), pemerintah daerah menggelar Penggerakan Gerakan Mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.