Update Terbaru ; Kebakaran Hanguskan 500 Rumah di Dusun Serdang Bangka Selatan, 2.000 Warga Terdampak

by -399 Views
Foto : Kondisi Dusun Serdang Bangka Selatan usai bencana kebakaran, Minggu pagi (Istimewah)

Bangka Selatan, Demokrasibabel.com – Kebakaran yang bermula dari lahan di dekat permukiman warga menghanguskan sekitar 500 rumah di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 2.000 jiwa dari 500 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Data jumlah rumah dan warga terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah.

Api diduga cepat merambat ke permukiman karena tiupan angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Sebagian besar rumah warga menggunakan material kayu dan papan sehingga mudah terbakar ketika api menjalar ke bangunan lain.

Pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB, api dilaporkan berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada sisa material rumah yang terbakar.

Dalam laporan tersebut, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran. Sementara itu, pendataan terhadap fasilitas umum yang terdampak masih berlangsung.

Warga yang terdampak kebakaran mengungsi ke sejumlah tempat, termasuk SDN 7 Simpang Rimba. Berdasarkan data sementara, sekitar 60 orang menempati ruang kelas sekolah tersebut. Sebagian besar warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau sanak saudara yang tidak terdampak.

BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap mendirikan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba. Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyiapkan dapur umum lapangan untuk mendukung kebutuhan pengungsi.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kebakaran, antara lain tim reaksi cepat BPBD, petugas pemadam kebakaran, Brimob Polda Bangka Belitung, TNI, Polri, Dinas Sosial, Tagana, Unit Siaga SAR Toboali, serta pemerintah kecamatan dan desa.

Petugas mengerahkan sejumlah armada, termasuk mobil pemadam kebakaran, kendaraan penyelamat, mobil tangki air, dan mobil water cannon. Koordinasi antartim masih dilakukan untuk memastikan penanganan di lokasi berjalan optimal.

Dalam laporan BPBD, angin kencang serta jauhnya sumber air yang sebagian mengering menjadi kendala dalam proses penanganan kebakaran.

Sumber data: Laporan sementara Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pembaruan Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Informasi tambahan dalam laporan bersumber dari Nopianto (Pusdalops BPBD Babel) dan Fitri (anggota Satpol PP Bangka Selatan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.