Harga Sawit di Bangka Belitung Anjlok, Pengepul di Bangka Selatan Keluhkan Kerugian

by

Bangka Selatan, Demokrasibabel – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Bangka Belitung mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini membuat petani hingga pengepul sawit resah karena pendapatan mereka ikut terdampak.

Dalam dua hari terakhir, harga sawit kembali merosot tajam. Harga TBS di pabrik yang sebelumnya mencapai Rp3.050 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp2.200 per kilogram.

Penurunan harga sawit disebut dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) dunia serta turunnya harga beli pabrik terhadap TBS milik petani. Akibatnya, pengepul mengalami tekanan karena selisih harga beli dan harga jual semakin kecil.

Salah satu pengepul sawit di Bangka Selatan, Dian (36), mengaku penurunan harga mulai terasa sejak Rabu (21/5). Menurutnya, biaya operasional seperti transportasi hingga upah pekerja kini tidak lagi sebanding dengan hasil penjualan sawit.

“Kalau harga terus turun seperti ini, kami sulit mendapatkan keuntungan dan hampir pasti merugi. Kamis kemarin kami beli dari petani Rp2.400 per kilogram, sedangkan harga di pabrik tadi malam cuma Rp2.200 per kilogram,” kata Dian, Jumat (22/5/2026).

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat banyak pengepul mengalami kerugian. Selain keuntungan yang semakin tipis, stok sawit juga mulai tertahan karena sejumlah pabrik membatasi pembelian.

Tak hanya itu, risiko buah busuk meningkat apabila pengiriman terlambat dilakukan. Modal usaha pengepul juga ikut tersendat karena pembayaran kepada petani tetap harus berjalan meski harga sawit terus mengalami penurunan.

Sementara itu, sejumlah petani di beberapa daerah di Bangka Belitung turut mengeluhkan harga sawit yang anjlok mendadak hingga ratusan rupiah per kilogram hanya dalam waktu satu hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.