Pangkalpinang – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Viktor Theodorus Sihombing, menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menyampaikan informasi publik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Hubungan pers dan Polri harus saling menguntungkan. Polri membutuhkan pers, dan pers juga membutuhkan Polri, sehingga pada akhirnya masyarakat yang diuntungkan,” kata Viktor dalam seminar dan dialog publik di Pangkalpinang.
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, peran media menjadi sangat vital. Namun, tantangan utama saat ini adalah menyajikan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan membangun.
Menurut Viktor, kritik dari media tetap diperlukan selama bersifat konstruktif.
“Kritik itu boleh, tetapi harus membangun daerah. Selama dilandasi tujuan yang sama untuk kebenaran, berbagai perbedaan persepsi dapat disatukan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyuarakan kebenaran, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Pers harus mampu membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat. Itulah esensi jurnalisme profesional,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Viktor memaparkan tiga tugas pokok Polri sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan dan pengayoman, serta menegakkan hukum.
Ia menegaskan, pelaksanaan tugas tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan media.
Karena itu, kemitraan dengan pers dinilai penting sebagai sarana menyosialisasikan program dan kebijakan, sekaligus menjembatani komunikasi antara kepolisian dan publik.
Viktor juga mengingatkan adanya ancaman disinformasi dan hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Satu berita negatif dapat merusak reputasi yang dibangun bertahun-tahun, dan untuk memulihkannya membutuhkan waktu lama. Kepercayaan publik itu sangat mahal,” ujarnya.
Ia menambahkan, profesionalisme harus terus dijaga agar informasi yang disampaikan tetap akurat, berimbang, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Kegiatan bertema profesionalisme jurnalisme ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan media dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Bangka Belitung.









