Pemkab Bangka Selatan Genjot PAD Demi Perkuat Kemandirian Fiskal

by -1516 Views
Kepala Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan Arianto (Istimewah)

Toboali, Demokrasibabel.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendukung pembiayaan pembangunan.

Kepala Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan Arianto mengatakan, pada tahun anggaran 2025 Pemkab Bangka Selatan menargetkan PAD sebesar Rp100,7 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp83,4 miliar.

“PAD ini bersumber dari potensi daerah, seperti pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah,” kata Arianto, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, realisasi PAD Bangka Selatan pada 2025 mencapai Rp96,36 miliar atau sekitar 90 persen dari target Rp100,7 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik meskipun belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan.

“Peningkatan target PAD diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya.

Arianto mengakui, realisasi PAD pada tahun-tahun sebelumnya masih menjadi tantangan. Pada 2024, capaian PAD belum sepenuhnya memenuhi target, sehingga diperlukan evaluasi dan optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan.

Selain PAD, struktur keuangan daerah Bangka Selatan masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, seperti Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil.

Menurut Arianto, realisasi pendapatan transfer pada 2025 mencapai Rp847,043 miliar atau sekitar 96 persen dan masih menjadi sumber utama pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Bangka Selatan.

“Kita masih didominasi pendapatan dari DAU, DAK, serta DBH dengan realisasi mencapai 96 persen. Sementara realisasi opsen pajak kendaraan pada 2025 tercatat sekitar 77 persen atau Rp10,303 miliar. Adapun opsen bea balik nama kendaraan bermotor mencapai 117 persen atau Rp7,7 miliar,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan opsen pajak tersebut sangat membantu pembiayaan pembangunan daerah, terutama untuk sektor infrastruktur dan program prioritas lainnya.

Arianto menilai ketergantungan Bangka Selatan terhadap dana transfer masih cukup tinggi, sementara kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah relatif kecil. Karena itu, Pemkab Bangka Selatan terus mendorong penggalian potensi lokal, peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, serta penguatan sektor unggulan daerah.

“Dengan peningkatan PAD yang berkelanjutan, diharapkan Bangka Selatan dapat memperkuat kemandirian fiskal, mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, serta mempercepat pembangunan daerah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.