SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Kelenteng Bhakti Sinpalet Parit 4, Kelurahan Kuday Sungailiat Kabupaten Bangka menggelar ritual perjamuan arwah/sembahyang rebut dihari Chit Ngiat Pan (bulan ke 7 pertengahan pada kalender imlek), Sabtu (06/09/2025).
Yang mana, menurut kepercayaan adat Tionghoa, bulan ke-7 tersebut pintu akhirat terbuka lebar dan arwah bergentayangan turun kedunia manusia dengan keadaan telantar dan tidak terawat.
Untuk itu lah, manusia memberi sesajian berupa makanan, minuman serta pembekalan lainnya melalui altar perjamuan. Ini pencerminan sikap manusia saling membantu, mengasihi sesama makhluk ciptaan Tuhan apapun wujudnya dan selanjutnya manusia dapat mengharapkan keberkahan dan keselamatan didalam kehidupannya.
Pada ritual tahun ini, Kelenteng Bhakti Parit 4 Kuday menampilkan patung Thai Se Ja (Raja Akhirat), Perahu Naga, Pengembala Kuda yang dipajangkan didepan altar perjamuan halaman depan Kelenteng. Selain itu dibelakang halaman Kelenteng ada juga ada patung-patung kecil yang disebut Ta Ciau.
Ta Ciau ini menggambarkan 10 tahapan hukuman neraka yang harus dilewati manusia setelah meninggal sebagai akibat dari dosa-dosa yang diperbuat selama masa hidupnya.
Ketua Yayasan Kelenteng Bhakti Sinpalet Parit 4, Chang Khin Kwet mengatakan sekitar pukul 14:45 WIB nanti kain merah yang menutup mata Thai Se Ja dan patung lainnya akan dibuka, sebagai pertanda perjamuan telah dimulai.
“Demikian prosesi ritual akan selesai tepat pukul 24:00 WIB nanti dan rebutan sesajian diatas altar persembahan pun dilakukan setelah adanya aba-aba,” katanya kepada demokrasibabel.com, Sabtu (06/09/2025) siang.
Setelah rebutan selesai, selanjutnya patung Thai Se Ja maupun patung lainnya kecuali patung Ta Ciau akan dibakar.
“Ini menandakan bahwa arwah yang telah tercatat oleh Thai Se Ja tadi akan dibawa kembali oleh nya ke dunia akhirat dan manusia dapat melanjutkan aktivitasnya tanpa harus takut diganggu oleh arwah gentayangan,” ungkap Tokoh Masyarakat Tionghoa Bangka yang kerap disapa Ko Akiun ini.(Suyanto)







