Buron Interpol Asal Bangka Selatan Diciduk di Bandara Soetta, Diduga Rekrut Korban TPPO ke Kamboja

by -1426 Views
Foto : Ilustrasi (Istimewah)

Toboali, Demokrasibabel – Aparat gabungan menangkap buronan internasional kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Leny Agustya, di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Perempuan asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, itu ditangkap sesaat setelah tiba dari Kamboja.

Leny yang berstatus Interpol Red Notice diamankan pada Rabu (29/7/2026) malam. Penangkapannya mengakhiri pelarian perempuan yang diduga menjadi pengendali jaringan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural ke luar negeri.

Hasil penyelidikan mengungkap Leny diduga merekrut warga dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri. Namun, para korban justru diberangkatkan ke Phnom Penh, Kamboja, untuk bekerja sebagai operator judi online.

Kasus ini merupakan pengembangan dari pengungkapan dugaan penyelundupan dua warga negara Indonesia oleh personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada 17 Januari 2026. Dari hasil pendalaman, polisi menduga seluruh proses perekrutan dikendalikan Leny dari luar negeri.

Dalam menjalankan aksinya, Leny diduga memanfaatkan akun media sosial bernama “Jastip by Alana” serta sejumlah grup WhatsApp, seperti “Holiyay/Holiday” dan “Liburaaannn”. Korban ditawari perjalanan yang dikemas seolah-olah sebagai agenda liburan.

Untuk menghindari kecurigaan petugas imigrasi, setiap korban dibekali dokumen pendukung berupa reservasi hotel di Kuala Lumpur serta tiket pulang-pergi Jakarta-Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur-Bali. Sementara itu, tiket lanjutan menuju Phnom Penh melalui Cambodia Airways telah disiapkan secara terpisah dan diminta agar tidak diperlihatkan kepada petugas.

Polisi juga menduga Leny mengatur skenario perjalanan secara rinci, termasuk menyiapkan dua orang pendamping di area keberangkatan dan mengatur dugaan penyuapan agar proses keberangkatan para korban berjalan lancar.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, mengatakan penanganan perkara kini sepenuhnya dilakukan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan perdagangan orang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.