BI Dorong Daya Saing Pariwisata Belitung Lewat Festival Budaya dan Penguatan SDM di Tengah Pembukaan Akses Internasional

by -429 Views

Belitung — Upaya memperkuat daya saing sektor pariwisata terus dilakukan di tengah terbukanya akses penerbangan internasional ke Pulau Belitung. Salah satunya melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Napak Sire Kabupaten Belitung 2026 yang resmi dibuka di Pantai Tanjung Pendam, Jumat (22/5/2026).

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan Tari Sekapur Sirih massal yang melibatkan sebanyak 116 penari dari berbagai sanggar seni dan sekolah di Kabupaten Belitung. Antusiasme masyarakat juga tampak dalam kegiatan Nyire Massal yang diikuti sekitar 1.000 peserta.

Festival budaya yang digelar selama tiga hari tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, pelaku pariwisata, komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Belitung. Kegiatan ini juga masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara 2026.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara resmi membuka festival tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tradisi menyirih merupakan warisan budaya masyarakat yang perlu dijaga dan dilestarikan sebagai identitas daerah.

Di sisi lain, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut mengambil peran dalam memperkuat sektor pariwisata melalui sejumlah inisiatif strategis, mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku wisata, hingga penguatan ekosistem pariwisata daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rifki Ismail, mengatakan pembukaan penerbangan internasional melalui Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin menjadi momentum penting bagi Belitung untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Dengan terbukanya rute penerbangan internasional di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, kami berharap sektor pariwisata Belitung dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Rifki.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank Indonesia menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) pada 19 Mei 2026 yang melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, pelaku UMKM, pengelola desa wisata, pihak perhotelan, hingga asosiasi pariwisata.

Forum tersebut difokuskan pada penguatan akses pasar UMKM melalui integrasi dengan ekosistem pariwisata, seperti hotel, desa wisata, pusat oleh-oleh, hingga destinasi wisata. Dalam diskusi tersebut, para peserta menyampaikan berbagai tantangan dan peluang pengembangan ekosistem pariwisata Belitung. Salah satu hasil nyata dari kegiatan tersebut adalah terjalinnya kerja sama antara pelaku UMKM dengan hotel dan desa wisata setempat.

FGD yang turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Belitung, Annyta, serta Plt Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Adi, menghasilkan sejumlah rekomendasi penguatan, di antaranya pembangunan branding pariwisata yang lebih kuat, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan aspek hospitality dan accessibility bagi wisatawan.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga menggandeng Kampung Inggris Babel untuk memberikan pelatihan Bahasa Inggris praktis kepada lebih dari 30 pelaku pariwisata dari sejumlah desa wisata di Kabupaten Belitung. Pelatihan yang dilaksanakan di Tanjung Tinggi pada 20 Mei 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku wisata dalam melayani wisatawan, khususnya mancanegara.

Program peningkatan kapasitas tersebut dinilai semakin relevan setelah dibukanya penerbangan internasional komersial langsung rute Singapura–Belitung. Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, pelaku pariwisata diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional, termasuk dalam memperkenalkan produk lokal, destinasi wisata, hingga layanan pariwisata kepada wisatawan asing.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong sektor pariwisata Belitung sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.