Pemkot Pangkalpinang Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Kasus TBC, Malaria dan HIV

by -103 Views

PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya menanggulangi penyakit menular, khususnya AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATMH).

Upaya tersebut dibahas dalam Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program terkait Sosialisasi Penguatan Integrasi ATMH dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berlangsung di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang, sementara Wali Kota Pangkalpinang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Hisar menegaskan bahwa penanggulangan penyakit menular membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan.

“Ini untuk lintas program dan lintas sektoral mengenai integrasi layanan dan ATMH. Diharapkan semua pihak bisa saling berkoordinasi dan bersinergi untuk penanggulangan ATMH serta peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program ATMH dan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), sekaligus memperkuat langkah penanganan penyakit menular di lapangan.

Menurutnya, kolaborasi perlu dibangun hingga tingkat masyarakat. Terlebih, penerapan ILP bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui puskesmas, posyandu, kader kesehatan, hingga pemerintah kelurahan.

“Harapannya dengan pertemuan ini kita semua bisa bersinergi dan berkolaborasi. Tidak hanya di sektor kesehatan saja, karena pelayanan di masyarakat juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak,” katanya.

Dr. Hisar juga mencontohkan temuan kasus malaria di Pangkalpinang yang menunjukkan pentingnya deteksi dini dan koordinasi dalam mencegah penyebaran penyakit.

Ia mengungkapkan, kasus malaria tersebut ditemukan pada pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang masih terdapat penularan malaria.

“Kita sedikit terkejut, tiba-tiba ada malaria. Ternyata pasien tersebut berasal dari daerah yang masih ada kasus malaria. Namun, kita bisa mendeteksinya dengan cepat sehingga tidak menyebar di Pangkalpinang,” jelasnya.

Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi gambaran bahwa sistem deteksi dini dan koordinasi yang baik sangat diperlukan untuk mengantisipasi masuknya penyakit menular dari daerah lain.

“Ini yang kita rangkul supaya ada tindakan. Bagaimana penyakit-penyakit yang bisa dicegah sejak dini dapat kita cegah dan tidak sampai menyebar,” tegasnya.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap sinergi lintas sektor dan lintas program semakin kuat, sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, pelayanan, hingga penanganan penyakit TBC, malaria, dan HIV dapat berjalan lebih terpadu dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.