Gubernur Babel Cek Pengungsi Kebakaran Simpang Rimba, 70 KK Masih Bertahan

by -1048 Views

Bangka Selatan, Demokrasibabel – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani mengunjungi pengungsi korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan. Dia memastikan kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut terpenuhi.

Hidayat mendatangi posko pengungsian di SDN 7 Simpang Rimba pada Sabtu (17/10/2026). Kunjungan itu dilakukan setelah dia menyelesaikan agenda terkait permasalahan plasma rakyat di Belitung Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Hidayat didampingi Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat, Sekda Babel Fery Afriyanto, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan perwakilan organisasi masyarakat.

Di posko, Hidayat mengecek kesiapan makanan untuk para pengungsi hingga mencicipi menu sarapan yang disediakan. Dia juga berbincang dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka setelah kehilangan rumah akibat kebakaran yang menghanguskan 245 rumah tersebut.

“Terima kasih kepada masyarakat Bangka Belitung yang memiliki kepedulian sosial sangat tinggi. Bantuan begitu berlimpah. Atas musibah ini, kita tidak cengeng. Kami akan bertanggung jawab dengan bergotong royong,” kata Hidayat.

Dia menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga selama masa penanganan bencana. Hidayat juga mengajak pemerintah kabupaten/kota, partai politik, pengusaha, organisasi, dan masyarakat luas untuk bergotong royong membantu para korban.

Dalam kesempatan yang sama, TP PKK Babel bersama Dharma Wanita dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menyalurkan 70 paket perlengkapan rumah tangga kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Noni Hidayat. Selain itu, bantuan uang tunai juga datang dari Kabupaten Bangka Tengah.

“Insyaallah, semua kebagian,” ujar Noni kepada para pengungsi.

Noni turut memberikan dukungan moril kepada warga agar tetap tabah menghadapi musibah. Dia berharap para korban diberikan kekuatan dan kesabaran serta dapat kembali menata kehidupan mereka.

“Ini adalah cobaan dari Allah SWT. Semoga Bapak dan Ibu diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Insyaallah, semoga semua kebaikan yang diberikan hari ini menjadi jalan untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar, dan apa yang hilang diganti oleh Allah dengan yang lebih baik,” tuturnya.

Salah seorang pengungsi, Tang (68), yang telah berada di posko sejak hari pertama kebakaran pada 10 Oktober 2026, mengatakan kondisi pengungsian sejauh ini aman dan terkendali. Menurutnya, bantuan logistik terus berdatangan dan kebutuhan air bersih, pakaian, serta sarana prasarana lainnya telah tercukupi.

“Alhamdulillah, bantuan datang tidak berhenti. Bangka Belitung tidak kekurangan orang-orang baik,” ujarnya.

Pengungsi lainnya, Ayu (50), juga mengaku bersyukur karena kebutuhan makanan warga masih terpenuhi berkat bantuan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, makanan tidak kekurangan di sini, bantuan berlimpah ruah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Ibu Gubernur, dan seluruh masyarakat Bangka Belitung yang telah membantu kami. Bangka Belitung tidak kekurangan orang-orang baik,” kata Ayu.

Saat ini, sebagian warga terdampak telah meninggalkan posko untuk tinggal sementara di rumah kerabat. Namun, sekitar 70 kepala keluarga (KK) masih bertahan di SDN 7 Simpang Rimba.

Hidayat memastikan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan mengupayakan langkah penanganan yang diperlukan agar warga terdampak dapat melewati masa sulit dan kembali menjalani kehidupan mereka.

Penulis: Dini
Editor: Rini
Sumber: Biro Adpim Setda Babel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.