Disnaker Pangkalpinang Latih 55 Warga Jadi MUA, Jago Digital Marketing hingga Roasting Kopi

by -969 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar pelatihan kerja berbasis unit kompetensi bagi masyarakat. Sebanyak 55 warga terpilih mengikuti pelatihan di tiga bidang, yakni Junior Makeup Artist (MUA), digital marketing, dan coffee roasting.

Pelatihan tersebut dibuka Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (8/10/2026).

Kepala Disnaker Pangkalpinang Amrah Sakti mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya pemerintah meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini dibiayai oleh dana APBD, untuk keperluan tenaga kerja lokal kita,” kata Amrah dalam laporannya.

Dia menjelaskan program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Peraturan Wali Kota Pangkalpinang Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Menurut Amrah, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta. Program itu juga menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan instruktur berpengalaman serta mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja melalui uji kompetensi.

“Kami juga menggunakannya untuk menilai aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja para peserta secara riil melalui tahapan uji kompetensi,” ujarnya.

Animo masyarakat mengikuti program tersebut cukup tinggi. Disnaker mencatat sebanyak 80 orang mendaftar sebelum dilakukan proses seleksi dan wawancara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 peserta dinyatakan lolos.

Puluhan peserta tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kelas. Sebanyak 20 orang mengikuti pelatihan Junior MUA, 20 orang mengikuti digital marketing, dan 15 orang mengikuti coffee roasting.

Untuk mendukung proses pembelajaran, Disnaker menghadirkan instruktur dari lembaga yang berpengalaman di masing-masing bidang. Pelatihan MUA melibatkan instruktur berlisensi dari Lembaga Kursus Astari.

Sementara pelatihan digital marketing menghadirkan instruktur kompeten bersertifikat dari LPK Atma Luhur. Adapun pelatihan coffee roasting dipandu roaster profesional bersertifikat SCA CSP Roasting Intermediate dari Focus Coffee Roasting.

Pelatihan berlangsung pada 7-28 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, Disnaker bekerja sama dengan sejumlah mitra, yakni Lembaga Kursus Astari untuk kelas MUA, LPK Atma Luhur untuk digital marketing, serta Opus Coffee Roastery untuk kelas coffee roasting.

Setelah mengikuti pelatihan, sebagian peserta akan menjalani uji kompetensi pada 3 dan 4 November 2026. Sebanyak 36 peserta diproyeksikan mengikuti tahapan sertifikasi tersebut.

Untuk peserta Junior MUA, sebanyak 12 orang akan mengikuti uji kompetensi di Lembaga Kursus Astari yang bekerja sama dengan LSP Katalia. Kemudian 12 peserta digital marketing akan menjalani uji kompetensi di LPK Atma Luhur melalui LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika.

Sementara itu, 9 peserta coffee roasting akan mengikuti pengujian performa kerja yang difasilitasi Disnaker Pangkalpinang bekerja sama dengan Budi Daya Kopi Berkelanjutan.

Amrah mengatakan seluruh pembiayaan program, mulai dari operasional pelatihan hingga fasilitas sertifikasi, bersumber dari APBD Perubahan Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2026.

Dia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.