Purwokerto, Demokrasibabel – Tim Turtle_Gengss Universitas Bangka Belitung (UBB) meraih predikat Harapan 2 kategori Budidaya Tahapan Bertumbuh pada ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi bertajuk “Inovasi Budidaya Mencit Sistem Rak Bersusun dengan Media Pasir Anti Bau dan Pemanfaatan Limbah Perikanan untuk Mewujudkan SDGs 12”.
Capaian ini menjadi prestasi pertama UBB dalam ajang kewirausahaan tingkat nasional tersebut. Tim Turtle_Gengss bersaing dengan peserta dari 216 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.
Tim Turtle_Gengss diketuai Muhammad Faiq Elfaruq dari Program Studi Akuakultur. Ia didampingi Intan Ramadani dari Program Studi Ekonomi, serta Aidil Adha dan Salsya Auliya Nabila dari Program Studi Agribisnis.
Tim tersebut mendapat pendampingan dari Dr Ardiansyah Kurniawan dari Program Studi Akuakultur UBB.
Dalam KMI Expo, Tim Turtle_Gengss mengusung konsep pameran bertema “The Jungle Mencit Bangka”. Konsep tersebut memperkenalkan inovasi budidaya tikus putih atau mencit untuk memenuhi kebutuhan laboratorium penelitian dan pakan predator.
Inovasi yang dikembangkan menggabungkan sistem rak bersusun untuk mengoptimalkan penggunaan ruang, media pasir untuk membantu mengurangi bau, serta pemanfaatan limbah perikanan sebagai bagian dari sistem budidaya yang lebih berkelanjutan.
Inovasi tersebut juga dikembangkan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal dan pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna, usaha tersebut diharapkan dapat membuka peluang kewirausahaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
Selama KMI Expo berlangsung, Tim Turtle_Gengss tidak hanya memamerkan produk dan konsep usaha. Mereka juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai proses budidaya mencit.
Tim turut mempresentasikan tahapan produksi, strategi pemasaran hingga proses penjualan kepada dewan juri. Penyampaian konsep bisnis secara menyeluruh menjadi bagian dalam menunjukkan potensi pengembangan usaha yang dijalankan.
Dosen pendamping Tim Turtle_Gengss, Dr Ardiansyah Kurniawan, mengaku bangga atas pencapaian mahasiswa yang telah membawa nama UBB dalam kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa UBB lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi dan jiwa kewirausahaan.
Keikutsertaan Tim Turtle_Gengss dalam KMI Expo juga mendapat dukungan UPA PKK, BAKK dan Rektor UBB. Dukungan tersebut diberikan untuk membuka kesempatan mahasiswa berkompetisi di tingkat nasional sekaligus mengembangkan ide bisnis, kemampuan komunikasi dan presentasi, serta memperluas jejaring.
Bagi anggota Tim Turtle_Gengss, KMI Expo bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk belajar, berkolaborasi dan bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai daerah.
Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat melahirkan inovasi kewirausahaan yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. Tim Turtle_Gengss berharap usaha budidaya mencit yang dikembangkan dapat terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.








