Toboali, Demokrasibabel — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendorong masyarakat meningkatkan partisipasi dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, capaian pemeriksaan kesehatan gratis di daerah tersebut baru mencapai 37,06 persen dari jumlah populasi.
Upaya meningkatkan capaian CKG dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Advokasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan itu didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Kesehatan.
Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor agar pelaksanaan CKG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Bapperida Bangka Selatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Dinas Perikanan.
Kepala DKPPKB Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan sebagai langkah pencegahan penyakit.
“Deteksi terhadap gangguan atau faktor risiko kesehatan sedini mungkin dapat membantu masyarakat mengambil langkah penanganan dan pencegahan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat,” kata Agus.
Dia menyebut berdasarkan evaluasi pelaksanaan CKG, tingkat partisipasi masyarakat Bangka Selatan saat ini baru mencapai 37,06 persen dari jumlah populasi.
Jika dirinci berdasarkan kelompok sasaran, capaian pemeriksaan pada kluster bayi baru lahir dan prasekolah mencapai 30,13 persen. Kemudian kluster balita dan anak sekolah sebesar 21,13 persen, remaja 28,44 persen, dewasa 40,31 persen, dan lanjut usia 38,99 persen.
Menurut Agus, capaian tersebut menunjukkan CKG sudah berjalan dan menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia. Namun, angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak warga mendapatkan manfaat pemeriksaan kesehatan gratis.
“Keberhasilan CKG bukan semata-mata menjadi tugas jajaran kesehatan. Dukungan dari organisasi perangkat daerah, lembaga terkait, serta masyarakat sangat diperlukan untuk memperluas informasi dan mendorong warga agar memanfaatkan layanan yang telah disediakan pemerintah,” ujarnya.
Agus menegaskan pencegahan penyakit melalui pemeriksaan sejak dini dinilai lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan ketika penyakit sudah berkembang.
“Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan. Untuk itu, dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri, tetapi butuh kerja sama, komitmen, dan dukungan dari lintas sektor serta kesadaran dari setiap individu,” tegasnya.
Dia berharap keterlibatan lintas sektor dapat membuat penyebaran informasi mengenai CKG semakin efektif. Setiap perangkat daerah dapat mengambil peran sesuai tugas dan jangkauannya untuk mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengambil peran dalam menyukseskan Program Cek Kesehatan Gratis ini. Semakin banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan sejak dini, maka semakin besar pula peluang kita untuk mencegah risiko penyakit sebelum berkembang,” pungkasnya.








