PMAAS Mulai Diuji Coba di Bangka Selatan, Produksi Padi Ditarget 15 Ton per Hektare

by -1323 Views

Bangka Selatan, Demokrasibabel – Program peningkatan produktivitas padi melalui penerapan PMAAS mulai diuji coba di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Pemerintah daerah menargetkan produksi padi bisa mencapai 12-15 ton per hektare melalui program tersebut.

Uji coba PMAAS dilakukan di Desa Rias, Kecamatan Toboali, pada Senin (31/8/2026). Desa Rias dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki infrastruktur pertanian yang dinilai memadai, khususnya jaringan irigasi teknis.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan program PMAAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan produksi padi jika diterapkan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Program PMAAS ini telah diuji sesuai dengan petunjuk teknis. Diharapkan satu hektare bisa menghasilkan 12 sampai 15 ton per hektare,” kata Risvandika.

Dia menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga mulai memberikan dukungan sarana produksi pertanian (saprodi), termasuk bantuan benih untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Pada tahap awal, penerapan PMAAS di Bangka Selatan direncanakan mencakup lahan sekitar 400 hektare di Desa Rias. Program tersebut nantinya berpeluang diperluas ke desa lain yang memiliki potensi pertanian dan infrastruktur pendukung.

“Untuk sementara kita uji coba di Desa Rias karena infrastrukturnya cukup sempurna, terutama irigasi teknisnya. Tidak menutup kemungkinan nanti berkembang ke desa-desa lain, seperti Desa Serdang maupun Batu Betumpang,” ujarnya.

Risvandika mengatakan pihaknya mendukung penuh program tersebut. Menurutnya, peningkatan produktivitas padi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani di Bangka Selatan.

Antisipasi Kemarau

Di tengah pelaksanaan program PMAAS, Dinas Pertanian, Pangan Bangka Selatan juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air untuk lahan persawahan.

Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), baik tingkat provinsi maupun kabupaten, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengoptimalkan pengairan lahan pertanian.

“Untuk menghadapi musim kemarau ini kita sudah bekerja sama dengan pihak Dinas PU, baik provinsi maupun kabupaten, serta BWS untuk mengatasi kemungkinan kekurangan air melalui pemompaan maupun pengaturan-pengaturan air,” jelasnya.

Selain mengandalkan jaringan irigasi yang tersedia, pemerintah juga akan mengoptimalkan sumber air alternatif, seperti waduk dan embung, untuk membantu memenuhi kebutuhan air sawah selama musim kemarau.

Risvandika memastikan sarana dan prasarana alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air, akan disiapkan untuk membantu petani yang membutuhkan.

“Untuk prasarana alsintan seperti pompa, kami dari Dinas Pertanian, Pangan Bangka Selatan siap membantu masyarakat. Pihak BWS untuk wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga siap membantu dalam hal bahan bakar subsidi,” katanya.

Dia juga mengajak petani di Bangka Selatan tetap melakukan penanaman padi meskipun musim kemarau masih berlangsung.

“Kami harapkan petani Kabupaten Bangka Selatan ayo bersama-sama tetap menggiatkan penanaman padi walaupun musim kemarau sampai saat ini masih berjalan. Mudah-mudahan insyaallah cepat berlalu sehingga petani tidak kesulitan dalam hal irigasi atau pengairan,” pungkas Risvandika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.