UMKM Babel Bawa Produk Unggulan Daerah ke Panggung KKI 2026

by -399 Views

Pangkalpinang – Sejumlah produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bangka Belitung turut meramaikan pagelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengusung semangat “BeudayaMeusareSare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama, KKI 2026 menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas akses pasar.

Bangka Belitung hadir membawa beragam produk unggulan daerah, mulai dari olahan hasil laut dan pangan khas, wastra, kriya, fashion, hingga potensi desa wisata. Keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang bagi produk lokal untuk bertemu dengan pasar potensial dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan partisipasi Babel dalam KKI 2026 diwujudkan melalui satu desa wisata terpilih dan 13 produk UMKM yang hadir secara luring. Selain itu, sebanyak 38 UMKM Babel turut menjangkau konsumen melalui platform daring resmi Karya Kreatif Indonesia.

Produk yang ditampilkan sebelumnya telah melalui proses kurasi. Untuk kategori wastra dan ready-to-wear, sejumlah UMKM telah mengikuti kurasi KKI sekaligus program CITRA NUSA pada Juni 2026.

Produk tersebut antara lain Seamilir by Sepiak Belitung, Bepulin Belitong, Batik Kampung Katak, Galeri Destiani, Ishadi Kain Cual, dan Tanahwari.

Sementara itu, kategori makanan dan minuman diisi oleh Billiton Spice, Sago Mee, Madu RR1669 & Arisi, Keripik Cumi Nina, Terasi AB (Abun Bumbu), serta Getas Super Cap Tani. Proses kurasi dilakukan untuk memastikan kualitas dan cita rasa produk sesuai dengan kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang bertemu buyer mancanegara melalui business matching ekspor.

Tidak hanya produk pangan dan sandang, kreativitas UMKM Babel juga ditampilkan melalui kerajinan lidi nipah dari Deshanda Craft yang ditempatkan di area home decor.

Produk tersebut mengangkat potensi alam dan kearifan lokal Bangka Belitung menjadi karya kriya yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Berbagai produk UMKM Babel tersebar di sejumlah area KKI 2026, di antaranya Island Laras Nusantara, Island Wastra Nusantara, Youth Island, dan Island Rumah Nusantara.

Desa Wisata Tanjung Binga Turut Tampil

Potensi Bangka Belitung juga diperkenalkan melalui sektor pariwisata. Desa Wisata Tanjung Binga, Belitung, menjadi salah satu dari enam desa binaan KPwDN yang terpilih untuk tampil dalam KKI 2026.

Desa wisata tersebut membawa nuansa pesisir melalui berbagai kreasi berbahan kerang. Pengunjung bahkan dapat mencoba langsung merangkai gelang berbahan kerang sekaligus mengenal produk kerajinan yang lahir dari karakter pesisir Tanjung Binga.

Rommy mengatakan UMKM menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Selain memberikan kontribusi terhadap PDRB, sektor UMKM juga berperan dalam menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja lokal.

Karena itu, menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta peningkatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.

KKI 2026 sendiri mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Pameran tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

Bangkit dimaknai sebagai semangat pemulihan UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan berdaya saing dilakukan melalui inovasi produk dan perluasan pasar domestik maupun ekspor.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara itu, pameran daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Bank Indonesia terus mendorong UMKM agar naik kelas dan mampu diterima secara luas di pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama berbagai mitra strategis di daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.