PANGKALPINANG – Sebanyak 116 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapat kesempatan memamerkan produk unggulan sekaligus memperluas pasar melalui ajang Explore Babel 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Kepulauan Bangka Belitung.
Memasuki tahun kelima, Explore Babel tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga diarahkan untuk mendorong UMKM Bangka Belitung semakin berkembang, berdaya saing, memanfaatkan digitalisasi, hingga mampu menembus pasar ekspor.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy, mengatakan Explore Babel 2026 mengusung tema “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Bangka Belitung Berdaya dan Berkelanjutan”.
“Intinya adalah bagaimana masyarakat Bangka Belitung memiliki semangat untuk mengenal, mengeksplorasi, dan memperkenalkan potensi daerahnya sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memperkenalkan Bangka Belitung,” kata Rommy, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan, rangkaian Explore Babel 2026 telah dimulai sejak April dan akan mencapai puncaknya pada 28-30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut terbagi dalam tiga rangkaian, yakni pre-event, side event, dan main event.
Pada tahap pre-event, sekitar 16 kegiatan digelar di Pulau Bangka dan Belitung. Sejumlah agenda pemerintah daerah juga disinergikan melalui program Road to Explore Babel agar kegiatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Sementara itu, side event difokuskan pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai berbagai program yang dijalankan.
Pada acara puncak, BI akan menghadirkan sekitar 116 UMKM yang terdiri dari UMKM binaan BI serta pelaku usaha yang telah melalui proses kurasi bersama pemerintah daerah.
Produk-produk unggulan tersebut akan dipamerkan sebagai upaya memperluas promosi sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
Rommy menegaskan, Explore Babel tidak sekadar berorientasi pada transaksi jual-beli. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong inovasi, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas produk, hingga membuka peluang UMKM memasuki pasar ekspor.
“Dalam mendorong UMKM naik kelas, kami menyiapkan panggung agar mereka memiliki motivasi untuk berkembang. Terutama bagi yang mulai diarahkan ke pasar ekspor, pendampingannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Rommy, dampak positif kegiatan tersebut salah satunya terlihat dari nilai transaksi UMKM yang terus meningkat setiap tahun. Bahkan, sebelum acara puncak digelar, transaksi dari rangkaian Explore Babel 2026 telah mencapai sekitar Rp2 miliar.
“Transaksi UMKM terus mengalami peningkatan setiap tahun. Tahun ini saja, sebelum acara puncak, sudah mencapai sekitar Rp2 miliar,” katanya.
Namun, keberhasilan Explore Babel tidak hanya diukur dari nilai transaksi. BI juga melihat peningkatan kapasitas pelaku usaha, kualitas dan inovasi produk, pemanfaatan digitalisasi, serta jumlah UMKM yang mampu berkembang ke skala usaha lebih tinggi.
Selain sektor ekonomi, Explore Babel 2026 turut mengangkat isu lingkungan dan sosial. Salah satunya melalui Hall of Green Inspiration yang menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
BI juga menghadirkan program Wakafe, yang memadukan kegiatan wakaf dengan pengalaman menikmati kopi sebagai bagian dari upaya memperluas pesan kepedulian sosial.
“Jadi yang kita dorong bukan hanya sisi ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan sosial,” kata Rommy.
Puncak Explore Babel 2026 akan dimulai pada 28 Agustus melalui agenda pembukaan yang dijadwalkan dihadiri Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali bersama pimpinan daerah dan mitra strategis.
Selanjutnya, pada 29 Agustus masyarakat dapat mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan. Rangkaian acara akan ditutup pada 30 Agustus melalui talkshow hingga malam hari yang akan dimeriahkan penampilan Budi Doremi.
Seluruh rangkaian acara puncak Explore Babel 2026 terbuka untuk masyarakat dan tidak dipungut biaya.
Rommy berharap Explore Babel dapat memperkuat kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada promosi dan transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi harus dilanjutkan melalui pendampingan serta penguatan usaha secara berkelanjutan.
Rangkaian Explore Babel 2026 juga disinergikan dengan agenda peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, termasuk pawai yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat semangat kemerdekaan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi, promosi produk lokal, sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat.







