Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh 4,01 Persen pada Triwulan II 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

by -322 Views

PANGKALPINANG – Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bangka Belitung tumbuh 4,01 persen secara tahunan (year on year/yoy), meski sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,53 persen.

Pertumbuhan tersebut dinilai tetap menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah masih berlangsungnya ketidakpastian ekonomi global.

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi didorong oleh meningkatnya kinerja sejumlah lapangan usaha, di antaranya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, konstruksi, perdagangan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Meningkatnya aktivitas warung makan dan kedai kopi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta meningkatnya aktivitas masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha menjadi faktor yang ikut mendorong pertumbuhan tersebut.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan dan pertambangan masih belum memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada periode ini.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, serta konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).

Peningkatan konsumsi didorong oleh realisasi belanja pemerintah, meliputi belanja pegawai, barang dan jasa, serta belanja modal. Selain itu, pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), meningkatnya kegiatan keagamaan dan sosial selama Iduladha, serta berbagai agenda budaya dan olahraga turut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini didukung realisasi berbagai pembangunan fisik seperti SPPG, gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Garuda, pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, pelabuhan, serta meningkatnya pembelian kendaraan bermotor baru.

Sementara itu, kinerja ekspor masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global dan belum pulihnya sektor-sektor utama, terutama komoditas timah, lada, dan karet.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas perekonomian daerah sekaligus mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sejumlah langkah strategis yang akan terus diperkuat antara lain mendorong investasi hilirisasi pada sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, mendukung implementasi program Asta Cita menuju swasembada pangan, mempercepat pengembangan UMKM agar terhubung dengan ekosistem digital dan pasar global, serta memperkuat pengembangan ekonomi syariah.

Bank Indonesia juga terus mendorong perluasan penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS guna mendukung transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Berdasarkan hasil asesmen dan surveilans yang dilakukan, Bank Indonesia optimistis perekonomian Bangka Belitung akan terus tumbuh positif. Optimisme tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.