Toboali, Demokrasibabel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik melalui program magang mahasiswa di sekolah-sekolah yang membutuhkan pendampingan dalam proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung sekaligus membantu sekolah yang masih kekurangan guru.
Meski demikian, ia menegaskan mahasiswa yang mengikuti program tersebut tidak berperan sebagai guru pengganti, melainkan hanya mendampingi guru dalam kegiatan pembelajaran.
“Supaya pengalaman juga dapat, kemudian bisa mendampingi sekolah yang kekurangan guru. Tapi ini bukan sebagai guru pengganti, hanya sebagai magang ataupun pendamping guru,” kata Anshori, Sabtu (1/8/2026).
Anshori menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemkab Bangka Selatan dan Universitas Terbuka. Kesepakatan itu kemudian diwujudkan melalui kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT melalui Program Peluru.
Melalui program tersebut, mahasiswa dapat melaksanakan magang di sekolah-sekolah dan kegiatan itu dapat dikonversi menjadi mata kuliah.
“Nanti kami akan dikomunikasikan kepada mahasiswa dan juga orang tuanya, apakah berkenan untuk membantu kami yang saat ini sedang kekurangan tenaga pendidik,” ujarnya.
Selain memanfaatkan program magang mahasiswa, Pemkab Bangka Selatan juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Menurut Anshori, koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) telah dilakukan dan dalam waktu dekat akan dibuka penerimaan CPNS.
“Langkah lain juga sudah kami koordinasikan dengan pihak BKPSDMD, dalam waktu dekat akan ada penerimaan CPNS,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, sekitar 50 guru memasuki masa pensiun pada tahun ini. Sementara itu, kebutuhan guru kelas, khususnya pada jenjang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), masih mengalami kekurangan sekitar 30 orang.
“Sebenarnya kekurangan guru kelas kita lumayan banyak. Tahun ini juga yang pensiun sekitar 50-an, kemudian untuk guru kelas tingkat PGSD sendiri kekurangannya sekitar 30-an,” pungkas Anshori.







