Pangkalpinang, Demokrasibabel – Sebanyak 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pangkalpinang mulai menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan, Senin (27/7/2026). Selama hampir tiga pekan ke depan, mereka akan digembleng untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang Donald Tampubolon mengatakan peserta yang mengikuti pemusatan pelatihan terdiri dari 20 laki-laki dan 16 perempuan. Mereka dijadwalkan menjalani pelatihan hingga pengukuhan pada 15 Agustus 2026.
“Mulai hari ini para calon Paskibraka menjalani pemusatan pelatihan. Mereka akan dikukuhkan pada 15 Agustus, kemudian melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus, sebelum dipulangkan ke sekolah maupun keluarga pada 18 Agustus,” kata Donald.
Donald menjelaskan masa pengabdian para anggota Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan. Status mereka sebagai anggota Paskibraka Kota Pangkalpinang akan berlaku hingga 1 Juni 2027.
Dari 36 peserta tersebut, nantinya akan dipilih personel yang mengisi Pasukan 17 dan Pasukan 8. Sementara peserta lainnya disiapkan sebagai pasukan cadangan, sedangkan Pasukan 45 akan diperkuat anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dari tahun sebelumnya.
Ia juga mengungkapkan Pangkalpinang kembali mengirimkan satu wakil yang lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional. Sementara kuota tingkat provinsi diisi peserta berikutnya berdasarkan hasil seleksi.
Menurut Donald, pola pelatihan tahun ini tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya. Namun, pelatih diminta menyesuaikan jadwal latihan apabila cuaca di lapangan terlalu panas.
“Kalau suhu sudah terlalu tinggi pada siang hari, latihan fisik dihentikan sementara dan diganti dengan pembekalan di dalam ruangan. Ini dilakukan untuk menjaga kesehatan peserta,” ujarnya.
Selama pemusatan pelatihan, Kesbangpol melibatkan unsur TNI, Polri, PPI, Duta Paskibraka Pancasila Indonesia, pamong Kesbangpol, hingga tim kesehatan. Selain latihan baris-berbaris, peserta juga mendapat pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Donald menegaskan pembentukan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan. Ia juga meminta orang tua turut mengawasi kondisi anak setelah selesai mengikuti latihan setiap hari agar tetap bugar menjelang pelaksanaan tugas pada 17 Agustus.
Kesbangpol juga menyiapkan pemantauan kesehatan secara berkala, termasuk pemenuhan kebutuhan vitamin dan gizi selama masa pemusatan pelatihan.
“Kesehatan peserta menjadi prioritas kami. Dengan dukungan tim kesehatan dan pemenuhan gizi yang baik, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal hingga sukses menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang,” tutup Donald.








