Bangka Selatan, Demokrasibabel.com – Permasalahan akses jalan di Desa Nangka, Kabupaten Bangka Selatan, kembali memanas. Warga mempertanyakan status Jalan Usaha Tani (JUT) yang selama ini menjadi jalur utama menuju kebun, sekaligus menyoroti dugaan kurangnya transparansi terkait perubahan akses di wilayah tersebut.
Ketua Forum Peduli Masyarakat Nangka, Suryadi, mengatakan jalan yang kini menjadi polemik bukanlah akses baru. Menurutnya, jalan tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan telah lama digunakan masyarakat untuk menuju lahan perkebunan.
“Jalan ini sudah lama, bahkan sebelum saya lahir sudah ada. Kemudian ditingkatkan oleh Pak Rusli dan dihibahkan untuk masyarakat. Setelah itu pada 2013 kembali ditingkatkan oleh pemerintah sebagai Jalan Usaha Tani,” kata Suryadi kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Suryadi menjelaskan, jalur tersebut sempat ditingkatkan oleh seorang warga bernama Rusli menggunakan alat berat sepanjang kurang lebih dua kilometer sebelum dihibahkan untuk kepentingan masyarakat. Selanjutnya, pada 2013 pemerintah daerah melakukan peningkatan jalan menggunakan anggaran APBD dan menetapkannya sebagai Jalan Usaha Tani.
Namun, menurut dia, kondisi berubah setelah jalan tersebut diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas perusahaan di sekitar kawasan tersebut. Warga menilai kerusakan itu tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai status jalan yang dibangun menggunakan dana pemerintah.
“Kami mempertanyakan status jalan ini. Jalan Usaha Tani ini dibangun menggunakan APBD, tetapi sekarang statusnya tidak jelas,” tegasnya.
Selain mempersoalkan status jalan, warga juga mempertanyakan pembangunan jalur alternatif yang saat ini menggantikan akses lama. Menurut mereka, pembangunan jalur baru dilakukan tanpa pembahasan terbuka dengan masyarakat sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan.
Warga menilai perubahan jalur tersebut membuat akses menuju kebun menjadi lebih jauh dibanding sebelumnya. Kondisi itu berdampak pada meningkatnya biaya operasional para petani yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan.
Masyarakat Desa Nangka meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai status Jalan Usaha Tani tersebut. Mereka juga mendesak adanya keterbukaan informasi terkait perubahan akses yang terjadi di lapangan.
Warga berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar tidak memicu konflik berkepanjangan antara masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan di kawasan tersebut.(Daffi)








