Mahasiswa FISIP UBB Kunjungi PWI Babel, Pelajari Dinamika Organisasi Pers di Era Digital

by -1443 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan kunjungan akademik ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat (22/5/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim didampingi Wakil Ketua Bidang Media Siber, Multimedia dan Fotografi PWI Babel, Yudhistira Jaya Suprana.

Salah satu perwakilan mahasiswa UBB, Sukma Wati mengatakan, kunjungan itu merupakan bagian dari tugas kuliah lapangan dalam pembelajaran Team Based Project pada mata kuliah Organisasi dan Institusi Sosial.

“Kedatangan kami hari ini dalam rangka melaksanakan tugas kuliah lapangan untuk memenuhi pembelajaran Team Based Project Mata Kuliah Organisasi dan Institusi Sosial,” kata Sukma Wati.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema “Analisis Dinamika Organisasi dan Institusi Sosial di Masyarakat” dengan fokus mempelajari peran organisasi profesi kewartawanan di daerah.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa menggali informasi terkait dinamika organisasi PWI Babel, tantangan yang dihadapi, hingga program kerja yang dijalankan organisasi wartawan tersebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam mempelajari organisasi profesi menjadi bagian penting untuk menambah wawasan mengenai dunia pers dan kelembagaan sosial.

“PWI Babel terbuka terhadap kegiatan akademik dan diskusi bersama mahasiswa. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pemahaman tentang fungsi organisasi profesi wartawan, termasuk tantangan dan peran pers di tengah perkembangan media digital saat ini,” ujarnya.

Fakhruddin juga memaparkan sejarah singkat berdirinya PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, PWI terus berupaya menjaga profesionalisme dan independensi pers di tengah perkembangan media digital.

Selain itu, Fakhruddin menjelaskan sejumlah program PWI, salah satunya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan standar kompetensi wartawan.

“Melalui UKW, wartawan tidak hanya diuji kemampuan menulis berita, tetapi juga pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, teknik wawancara, verifikasi informasi, hingga tanggung jawab sosial pers,” katanya.

Menurut dia, kompetensi dan integritas wartawan menjadi hal penting di tengah derasnya arus informasi digital.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Media Siber, Multimedia dan Fotografi PWI Babel Yudhistira Jaya Suprana mengatakan perkembangan media digital menghadirkan tantangan besar bagi insan pers, terutama dalam menjaga akurasi dan kredibilitas informasi.

“Di era digital saat ini, pers dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus tetap mengedepankan verifikasi dan kode etik jurnalistik,” ujar Yudhistira.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mulai memengaruhi industri media dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Menurutnya, AI dapat membantu kerja jurnalistik, namun insan pers tetap harus waspada terhadap potensi penyalahgunaan teknologi tersebut, seperti penyebaran disinformasi dan manipulasi konten.

“AI hanyalah alat bantu, sementara keputusan editorial dan tanggung jawab kepada publik tetap berada di tangan manusia,” tegasnya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan penyerahan buku berjudul Mengeja Laut dari Sekretaris PWI Babel kepada rombongan mahasiswa FISIP UBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.