Lagu Tigel dan Gajah Menunggang Dari Basel Resmi Jadi Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

by -1367 Views

Bangka Selatan, Demokrasibabel – Dua lagu tradisional khas Kabupaten Bangka Selatan, yakni Lagu Tigel dan Gajah Menunggang, resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indonesia dalam upaya pelestarian budaya daerah.

Pencatatan tersebut menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap ekspresi budaya tradisional asal Bangka Selatan sekaligus bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga, melindungi, dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi mendatang di tengah perkembangan zaman.

Penyerahan sertifikat pencatatan dilakukan pada Selasa (12/5/2026) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sertifikat tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Andre Taufiqullah serta Pamong Budaya Bangka Selatan Dwikky Ogi Dhaswara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam menjaga pelestarian budaya daerah Kabupaten Bangka Selatan,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Anshori mengatakan, dengan tambahan dua karya tersebut, Kabupaten Bangka Selatan kini tercatat sebagai daerah dengan jumlah pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal terbanyak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Capaian ini menunjukkan sinergi dan komitmen kuat antara pemerintah daerah bersama para pegiat budaya dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat lokal,” katanya.

Hingga saat ini, Kabupaten Bangka Selatan telah memiliki sebanyak 39 pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal yang mencakup karya komunal dan sumber daya genetik komunal.

Jumlah tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendokumentasikan sekaligus melindungi kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Bangka Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.