PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, memimpin rapat pembahasan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pengelolaan sampah di Smart Room Center (SRC), Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (17/4/2026). Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka memonitor pelaksanaan program kebersihan lingkungan di Kota Pangkalpinang.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang memaparkan sejumlah langkah strategis penanganan sampah, di antaranya optimalisasi fasilitas melalui pengaktifan kembali serta penambahan unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), serta penguatan peran bank sampah di tengah masyarakat.
Usai rapat, Wali Kota Saparudin bersama pihak kementerian juga melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik yang dinilai rawan penumpukan sampah, seperti kawasan Jembatan Gantung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pengelolaan sampah di lapangan sekaligus mengevaluasi efektivitas upaya yang telah dilakukan pemerintah.
“Kita pasang kamera di satu titik, mereka membuang sampah di titik lain. Hal ini terekam jelas, namun kita tetap terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Saparudin.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan sampah, terutama terkait rendahnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan penyediaan sarana dan prasarana, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh pihak.
“Perlu partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan agar pengelolaan sampah di Pangkalpinang bisa berjalan optimal,” katanya.
Rapat tersebut juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Taman Sari, serta lurah se-Kecamatan Taman Sari. Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat guna mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan lingkungan kota yang lebih bersih.







