Jakarta, Demokrasibabel.com – Jasa Raharja terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana disalurkan kepada Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Nurul Yaqin Sepit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan penyaluran bantuan yang berlangsung pada Rabu (1/4) tersebut dihadiri oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana. Ia didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Nusa Tenggara Barat, Soleh, serta tim Divisi TJSL Kantor Pusat Jasa Raharja.
Bantuan yang diberikan mencakup perbaikan fasilitas fisik sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa. Program ini sejalan dengan peran Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui akses pendidikan yang lebih baik di daerah.
Kondisi pendidikan di Nusa Tenggara Barat masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan data tahun 2024–2025 yang disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, terdapat sekitar 4.104 ruang kelas dalam kondisi rusak. Selain itu, keterbatasan daya tampung di jenjang pendidikan menengah juga menjadi kendala, dengan jumlah SMA, SMK, dan SLB yang tercatat sebanyak 801 unit, sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan peserta didik. Kondisi ini menjadikan revitalisasi sekolah sebagai prioritas utama.
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa program TJSL tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong kemajuan masyarakat.
“Jasa Raharja meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan desa wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan asuransi kecelakaan, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang lebih luas sebagai representasi kehadiran negara di tengah masyarakat.
Program TJSL ini juga melibatkan sinergi antara kantor pusat dan wilayah, termasuk peran aktif petugas di daerah dalam memastikan implementasi berjalan tepat sasaran. Pendekatan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan prima, baik dalam layanan utama maupun kegiatan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja memperkuat perannya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada perlindungan dasar masyarakat, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program TJSL yang menyasar sektor pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan secara berkelanjutan.









