Geopolitik Global Berpotensi Tekan Rupiah dan Inflasi, Ekonom Danamon Ingatkan Risiko Ekonomi

by -972 Views

PANGKALPINANG – Ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu cukup lama dan berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta inflasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ekonom Strategis Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Bangka Belitung yang diselenggarakan Bank Indonesia, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, berbagai dinamika global seperti tensi geopolitik, konflik antarnegara, serta perang dagang menjadi faktor utama yang memicu ketidakpastian perekonomian dunia.

Hosianna menjelaskan bahwa tekanan tersebut tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan, dari kisaran Rp16.200 per dolar AS pada awal 2025 hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS.

“Kondisi ketidakpastian global kemungkinan masih akan berlangsung cukup lama. Karena itu diperlukan optimisme, komitmen, serta sinergi dari berbagai pihak agar perekonomian tetap mampu bertahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelemahan rupiah memang dapat memberikan peluang bagi sektor ekspor karena produk dalam negeri menjadi lebih kompetitif. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menimbulkan tantangan karena Indonesia masih cukup bergantung pada impor, terutama untuk bahan baku industri dan energi.

Selain itu, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah juga dinilai berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya dapat mendorong tekanan inflasi di dalam negeri.

“Jika harga minyak global meningkat, maka risiko tekanan inflasi di Indonesia juga ikut meningkat, mengingat kita masih merupakan negara pengimpor minyak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan kegiatan diseminasi tersebut merupakan bagian dari peran Bank Indonesia sebagai penasihat ekonomi bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk memaparkan perkembangan ekonomi Bangka Belitung secara berkala sekaligus menjadi langkah awal menuju agenda tahunan Babel Economic Forum yang akan digelar pada akhir tahun.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk membahas kondisi perekonomian Bangka Belitung setiap triwulan sekaligus mempersiapkan agenda Babel Economic Forum di akhir tahun,” kata Rommy.

Ia menyebut perekonomian Bangka Belitung sepanjang 2025 tumbuh sebesar 4,09 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor utama seperti pertanian, perdagangan, perikanan, pariwisata, ekonomi syariah, serta sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, konsumsi rumah tangga dan peningkatan investasi juga turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi yang terjaga serta inflasi yang relatif stabil menunjukkan bahwa perekonomian Bangka Belitung terus bergerak ke arah yang positif,” ujarnya.

Di sektor perbankan, kinerja lembaga keuangan di Bangka Belitung juga menunjukkan perkembangan yang baik. Penyaluran kredit pada Januari 2026 tercatat tumbuh 15,77 persen secara tahunan, sementara dana pihak ketiga meningkat 4,53 persen dengan rasio kredit bermasalah yang tetap terkendali di angka 2,84 persen.

Rommy juga menyoroti perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di daerah tersebut. Hingga saat ini jumlah pengguna QRIS di Bangka Belitung telah mencapai 232.288 pengguna.

Nilai transaksi melalui QRIS tercatat meningkat 113,31 persen, sementara volume transaksi tumbuh hingga 164 persen.

Ia menambahkan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga pangan, terutama di tengah tantangan pasokan di wilayah Sumatera.

Rommy mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga optimisme dan memperkuat kerja sama agar perekonomian daerah dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

“Optimisme, komitmen, dan sinergi harus terus dijaga agar perekonomian Bangka Belitung semakin kuat dan berkembang ke depan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.