Inflasi Babel Februari 2026 3,31%, Masih di Bawah Nasional

by -711 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi tahunan sebesar 3,31 persen pada Februari 2026. Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional 2,5±1 persen dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), secara bulanan Bangka Belitung justru mengalami deflasi sebesar 0,64 persen (month to month/mtm). Capaian ini menempatkan Bangka Belitung sebagai daerah dengan inflasi terendah ketiga secara nasional.

Secara bulanan, deflasi dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti sawi hijau, aneka ikan segar, dan cabai rawit. Sementara itu, secara tahunan (year on year/yoy), inflasi didorong oleh kenaikan indeks harga pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang meningkat 19,46 persen.

Kenaikan tersebut terutama disumbang oleh tarif listrik. Hal ini dipengaruhi oleh baseline tarif listrik pada Februari 2025 yang relatif lebih rendah akibat adanya diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA pada periode tersebut.

Selain listrik, inflasi tahunan juga didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan seiring meningkatnya harga global di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga komoditas cumi-cumi juga tercatat masih relatif tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah akan terus bersinergi menjaga stabilitas inflasi, khususnya dari kelompok pangan bergejolak (volatile foods).

“Inflasi yang rendah dan stabil menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Implementasi strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif menjadi langkah penting dalam pengendalian inflasi,” ujarnya.

Hingga Februari 2026, Bank Indonesia tercatat telah memfasilitasi 15 kali penyelenggaraan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.

Selain itu, Bank Indonesia juga mendukung distribusi 18.500 kilogram daging sapi beku dari Bekasi ke Kabupaten Belitung Timur sebagai langkah antisipatif menekan potensi lonjakan harga daging sapi.

Dalam jangka menengah dan panjang, Bank Indonesia turut mendorong peningkatan produksi pangan lokal, khususnya komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi. Dukungan dilakukan melalui program pemberdayaan klaster pangan binaan, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Bangka Belitung serta mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di daerah tersebut.

Rommy menegaskan, tantangan inflasi ke depan tetap ada. Namun dengan optimisme, komitmen, dan sinergi bersama kepala daerah serta instansi terkait, inflasi di Bangka Belitung diyakini dapat terus terjaga dalam rentang yang rendah dan stabil sesuai target nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.