Inflasi Bangka Belitung Akhir 2025 Terkendali, Masih Sesuai Target Nasional

by -1219 Views
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy. Foto : bank Indonesia

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi tahunan sebesar 2,77 persen pada akhir Desember 2025. Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah, yakni 2,5±1 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi bulanan Bangka Belitung pada Desember 2025 mencapai 0,55 persen. Angka ini meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,36 persen, namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,64 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menjelaskan kenaikan inflasi bulanan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Selain faktor musiman, kenaikan harga cabai rawit dan sayuran hijau juga disebabkan oleh terbatasnya pasokan akibat cuaca ekstrem,” ujar Rommy, Rabu (7/1/2026).

Ia mengatakan, inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh kenaikan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,12 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain cabai rawit, bayam, dan sawi hijau.

Secara tahunan, inflasi Bangka Belitung tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen. Tekanan inflasi tahunan di daerah ini masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 6,55 persen, khususnya akibat kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 7,46 persen seiring naiknya harga emas perhiasan. Sementara itu, kelompok pendidikan justru mengalami deflasi cukup dalam sebesar 12,86 persen, sehingga membantu menahan laju inflasi tahunan.

Dari sisi wilayah, seluruh daerah yang disurvei Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bangka Belitung mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Bangka Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,02 persen, disusul Kabupaten Belitung Timur sebesar 2,69 persen dan Kota Pangkalpinang sebesar 2,58 persen. Adapun inflasi terendah tercatat di Tanjungpandan sebesar 1,44 persen.

Rommy menegaskan Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi serta kabupaten dan kota terus memperkuat sinergi untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.

Menurut dia, sepanjang 2025 berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari inspeksi mendadak pasar dan distributor sebanyak 41 kali, pelaksanaan Operasi Pasar Murah sebanyak 99 kali, hingga Gerakan Pangan Murah sebanyak 65 kali di seluruh wilayah Bangka Belitung.

Di sisi ketersediaan pasokan, TPID juga mendorong kerja sama antardaerah melalui skema government to government maupun business to business. Tercatat, sepanjang 2025 telah dilakukan 13 kali kerja sama antardaerah baik intra maupun antarprovinsi.

“Ke depan, tantangan pengendalian inflasi masih ada, terutama dari faktor cuaca dan pasokan pangan. Namun dengan kolaborasi yang kuat antara TPID dan masyarakat, inflasi Bangka Belitung diharapkan tetap terjaga sesuai sasaran nasional,” kata Rommy.

Ia berharap stabilitas inflasi tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.