Pangkalpinang, Demokrasibabel.com — PT Timah Tbk mengerahkan Tim Emergency Response Group (ERG) untuk membantu penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025).
Sebanyak 20 personel ERG diberangkatkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka tergabung dalam ESDM Siaga Bencana dan BUMN Peduli Bencana, dan akan menuju titik-titik terdampak di Tapanuli Selatan. Tim akan berpusat di wilayah Mandailing sebagai titik koordinasi utama sebelum bergerak ke lokasi-lokasi bencana.
Tim yang diberangkatkan terdiri dari rescuer, tenaga medis, dan tim logistik. Mereka juga membawa perlengkapan evakuasi, peralatan rescue, peralatan medis, serta bantuan pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.
Tim ERG PT Timah Tbk sebelumnya telah terlibat dalam berbagai penanganan bencana nasional, seperti di Cianjur, Garut, Belitung Timur, Bengkulu, Lebak Banten, serta saat tsunami melanda Ujung Kulon, Banten.
Ketua ERG PT Timah Tbk, Ali Samsuri, menekankan pentingnya kedisiplinan dan keselamatan selama bertugas. Ia mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kekompakan dan mematuhi arahan komando lapangan.
“Kawan-kawan mewakili PT Timah Tbk, dengan segala keterbatasan, saya yakin semangat kita untuk menolong sangat besar. Tetap patuh pada ketua tim yang ditunjuk di lapangan. Jangan meninggalkan lokasi tanpa sepengetahuan ketua tim. Jaga kesehatan dan keselamatan,” ujar Ali Samsuri.
Corporate Secretary PT Timah Tbk, Rendi Kurniawan, juga menyampaikan pesan dari Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, agar tim selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas.
“Dirut berpesan agar kawan-kawan harus selamat, baru bisa menyelamatkan orang lain. Perhatikan keselamatan, siapkan mental, dan jaga kondisi kesehatan,” katanya.
Keberangkatan tim ERG PT Timah Tbk ini bukan hanya bentuk respons cepat terhadap bencana nasional, tetapi juga komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
PT Timah Tbk berharap kehadiran tim ERG dapat mempercepat penanganan darurat, memberikan dukungan bagi para korban, serta memperkuat solidaritas antar lembaga dalam aksi kemanusiaan. (*)









