Mahasiswa UBB Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di SD Negeri 29 Pangkalpinang

by -228 Views
mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) menghadirkan suasana berbeda melalui kegiatan Team Based Project (TBP) mata kuliah Pendidikan Pancasila di SD Negeri 29 Pangkalpinang, Rabu (3/12/2025).

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Di tengah maraknya penggunaan gawai pada anak-anak, sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) menghadirkan suasana berbeda melalui kegiatan Team Based Project (TBP) mata kuliah Pendidikan Pancasila di SD Negeri 29 Pangkalpinang, Rabu (3/12/2025).

Mereka mengusung tema “Melestarikan Permainan Tradisional” dengan tujuan memperkenalkan kembali kearifan lokal sekaligus menanamkan nilai budaya, kerja sama, dan sportivitas kepada para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tiga permainan tradisional: Ular Naga, Ekor Naga, dan Gerobak Sodor. Ketiga permainan ini dipilih karena memiliki akar budaya yang kuat serta mampu mengembangkan kemampuan sosial, koordinasi, dan kerja tim pada anak-anak.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka larut dalam suasana ceria dan berinteraksi aktif selama permainan berlangsung.

Sejumlah mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan program ini, yakni Muhammad Dio Saputra, Bintang Raja Aslam, William Ifolala Gulo, Fardiaz Akhmad Gaveri, Fathin Azka Atallah, Selvi Sovia Marlin, dan Daffina Nadine Septiasa Manurung. Mereka bekerja sama mengatur teknis kegiatan serta mendampingi para siswa.

Koordinator lapangan, Dio, mengatakan tema permainan tradisional dipilih karena minimnya aktivitas bermain luar ruang pada anak-anak saat ini.

“Sekarang siswa jarang bermain di luar bersama teman-temannya. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan handphone,” ujarnya.

“Melalui kegiatan ini, siswa dapat kembali mengenal permainan tradisional dan lebih aktif secara fisik,” lanjutnya.

Bintang, selaku humas kelompok, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas dukungan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada SD Negeri 29 Pangkalpinang yang telah memberikan kesempatan bagi kami melaksanakan kegiatan ini, dan juga kepada para siswa yang sangat antusias,” tuturnya.

Ia berharap permainan tradisional kembali dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. “Dukungan pihak sekolah membuat kegiatan ini berjalan baik, tertib, dan penuh semangat,” katanya.

Dua konten kreator kelompok, Selvi dan Daffina, juga menyampaikan harapan agar para siswa terus melestarikan permainan tradisional.

“Kami berharap semua siswa tetap melestarikan permainan tradisional ini,” ucap mereka.

Pihak sekolah menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi suasana belajar aktif yang sarat nilai kebudayaan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Bagi mahasiswa, program ini menjadi pengalaman langsung mengelola kegiatan berbasis budaya, sementara bagi siswa menjadi kesempatan mengenal lebih dekat permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.