Pangkalpinang — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Infinity Goes to Campus sebagai upaya mendorong pemahaman dan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy, mengatakan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial yang membawa peluang besar sekaligus risiko.
“Bank Indonesia terus mendorong edukasi dan literasi. Setiap masyarakat harus memahami perkembangan teknologi finansial, karena peluangnya terbuka luas tetapi risikonya juga harus dipahami,” ujar Rommy.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran para narasumber dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta, khususnya mahasiswa, mengenai dinamika dan tantangan digitalisasi keuangan saat ini.
“Kita sering melihat di berbagai platform, termasuk TikTok, banyak risiko terkait keuangan digital. Karena itu penting untuk belajar, memahami tips, dan mitigasinya,” katanya.
Rommy juga menegaskan tiga pesan utama Bank Indonesia, salah satunya pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mempercepat transformasi digital sektor keuangan.
Ia mencontohkan pelaksanaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 yang tahun ini diselenggarakan bersama oleh Bank Indonesia dan OJK.
“Tahun ini adalah tahun persatuan karena keduanya diselenggarakan secara bersama, berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan terpisah,” jelasnya.
Menurut Rommy, semangat sinergi tersebut sejalan dengan identitas Provinsi Bangka Belitung sebagai daerah Serumpun Sebalai yang menjunjung persatuan.
“Sinergi kolaborasi itu sudah menjadi ruh di Bangka Belitung. Acara ini juga bisa terlaksana karena semangat tersebut,” katanya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi keuangan digital karena mereka adalah penggerak masa depan.
“Generasi muda Bangka Belitung harus canggih dalam digitalisasi transaksi dan fintech. Harus paham perkembangan teknologi keuangan, peluang dan risikonya, sehingga mampu melakukan mitigasi dan memanfaatkan transaksi digital secara optimal,” ujar Rommy.
Bank Indonesia berharap Infinity Goes to Campus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi era ekonomi digital.







