Jasa Raharja Dorong Penguatan GCG melalui Pembinaan dan Evaluasi di Kanwil NTT

by

Jakarta, Demokrasibabel – Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta manajemen risiko yang efektif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Kantor Wilayah dan Site Visit Assessment GCG di Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dipimpin Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, bersama Ahli Tata Kelola Perusahaan, Mas Achmad Daniri.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kantor pusat dan unit wilayah dalam menumbuhkan budaya kepatuhan, integritas, serta akuntabilitas di seluruh lini perusahaan. Harwan menegaskan bahwa implementasi prinsip GCG merupakan fondasi utama untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.

“Budaya kepatuhan harus tumbuh dari kesadaran bersama, bukan karena tuntutan regulasi. Kepatuhan dan integritas adalah nilai yang perlu hidup dalam setiap proses bisnis agar kepercayaan publik terhadap Jasa Raharja semakin kuat,” ujar Harwan.

Sebagai pelaksana program Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), Jasa Raharja memikul tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, adil, dan transparan. Karena itu, prinsip-prinsip GCG—transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran—harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas perusahaan.

Melalui site visit assessment di Kanwil NTT, tim Direktorat Kepatuhan dan Manajemen Risiko melakukan evaluasi langsung terhadap keselarasan kebijakan dan praktik di lapangan. Hasil asesmen diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kepatuhan, sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan dalam penerapan tata kelola perusahaan.

“Selain menilai kepatuhan terhadap standar GCG, proses asesmen ini juga meneguhkan komitmen kami untuk terus memperbaiki diri. Hasil evaluasi akan menjadi dasar transformasi manajemen risiko yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” tambah Harwan.

Sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang kewajiban penilaian GCG, Jasa Raharja berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian skor GCG yang selama ini berada pada kategori “Sangat Baik.” Upaya ini merupakan wujud keseriusan perusahaan dalam memastikan seluruh proses operasional berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Selain pembinaan dan asesmen, kegiatan di Kupang ini turut menjadi sarana mempererat koordinasi serta menyamakan persepsi antara jajaran kantor pusat dan wilayah. Sinergi ini diharapkan memperkuat implementasi manajemen risiko yang konsisten, terukur, dan mampu menjaga keberlangsungan layanan kepada masyarakat.

Jasa Raharja terus bertransformasi menjadi perusahaan yang adaptif dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan budaya kepatuhan yang kuat dan tata kelola yang sehat, perusahaan optimistis mampu menjaga kepercayaan publik serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.