Gelar Capacity Building Wartawan Ekonomi, BI Babel Bahas Berbagai Hal

by -119 Views
Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Rommy S Tamawiwy saat memberikan sambutan pada acara capacity building yang diselenggarakan di Westin Hotel Jakarta, Selasa (2/7)

Jakarta, Demokrasibabel.com — Untuk memperkuat peran media dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat dan berkualitas, sejumlah wartawan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan capacity building yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung pada awal Juli 2025 di Hotel The Westin Jakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para jurnalis terhadap isu-isu ekonomi makro dan mikro serta memperkuat kemampuan analisis data dan penyajian berita ekonomi secara profesional dan dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh dua puluh tujuh wartawan dari berbagai media cetak, daring dan elektronik yang bertugas di Bangka Belitung. Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang merupakan perwakilan dari Bank Indonesia maupun redaksi media IDN.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiny mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk sekian kalinya yang merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung ekosistem informasi ekonomi yang lebih berkualitas.

“Media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat” ujarnya.

Beberapa topik yang dibahas dalam kegiatan tersebut meliputi:

• Perekonomian terkini dan respons kebijakan
• Peran kebijakan makroprudensial dalam mendorong pertumbuhan kredit
• Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030
• Peran strategis media dalam membangun ekspektasi positif
• Optimalisasi artikel dengan keyword yang relevan, mudah dimengerti, dan hook yang kuat untuk mesin pencari

Rommy berharap kegiatan capacity building ini dapat terus meningkatkan kualitas pemberitaan ekonomi di daerah agar semakin baik dan mampu menjadi referensi bagi publik dan pembuat kebijakan dengan terus membangun narasi yang optimis.

Pada kegiatan tersebut Rommy juga menyampaikan bahwa Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepanjang 2024 telah terjadi dinamika yang luar biasa, di mana biasanya pertumbuhan ekonominya sangat tinggi karena komoditas unggulannya yaitu timah, terjadi penurunan yang sangat drastis sejak adanya penegakkan hukum oleh kejaksaan pada sektor tersebut.

“Ketika ada penegakkan hukum, maka selalu ada dampaknya dan khususnya di Bangka Belitung sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, karena selama ini yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertambangan khususnya timah,” ujarnya.

Menurutnya, penegakkan hukum terhadap kasus komoditas timah, memberikan pembelajaran atau pendidikan yang luar biasa bagi Bank Indonesia, khususnya perwakilan Bangka Belitung, karena ternyata timah itu terkait dengan berbagai sektor lainnya, sehingga ketika timah berdinamika maka sektor lainnya juga ikut berdinamika.

“Sebelum pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung mencapai 4 hingga 5 persen. Namun dinamika yang terjadi, sejak adanya kasus komoditas timah, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung menjadi hanya 0 koma sekian persen,” ujarnya.

Di tengah situasi itu, kehadiran Bank Indonesia Bangka Belitung juga turut menjadi sorotan termasuk dari teman-teman media tentang apa yang BI lakukan.

“saya berterimakasih kepada teman-teman media, narasi yang dibangun sepanjang 2024 itu, yaitu narasi yang tetap optimis. Hal itu bukan tanpa alasan, kita tetap bangun narasi optimis, karena masih ada oegangan optimis yang kita bangun, selain komoditas timah masih ada komoditas ungulan yang lain yang menjadi kebanggaan kita,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa di tengah situasi yang sulit tetap ada sisi yang bisa kita bangun untuk tetap kita maju dengan optimis untuk melihat hari esok.

“Kabar suka citanya kita membuka triwulan pertama 2025 dengan pertumbuhan ekonomi yang melompat tinggi, yaitu dari 0 koma kita melompta ke 4,6 persen. Ini merupakan tantangan yang luar biasa, sehingga betul-betul sinergita, kolaborasi, koordinasi dan komunikasi yang kuat harus dibangun,” ujarnya.

Dirinya juga sangat menghargai koordinasi orang teman-teman media mitra Bank Indonesia.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk sinergi yang luar biasa yang sudah kita bangun bersama selama ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.