Pemkab Bangka Selatan Siapkan SDM Hadapi Era Digital, IPM Naik Jadi 70,83

by -666 Views

Toboali, Demokrasibabel – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan dunia kerja di era digital. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar seminar internasional bertema Education for the Future of Work: Developing Human Capital in the Digital Economy di Gedung Serba Guna Pemkab Bangka Selatan, Senin (26/10/2026).

Seminar tersebut dibuka Sekretaris Daerah Bangka Selatan Hefi Nuranda yang hadir mewakili Bupati Bangka Selatan. Kegiatan ini menjadi forum pertukaran pengetahuan antara pemerintah, akademisi dan praktisi untuk membahas strategi pengembangan SDM sesuai kebutuhan ekonomi digital.

Sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri hadir dalam seminar tersebut. Mereka antara lain Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktianto, Prof. Dr. Nor Azilah Binti Husin dari Albukhary International University, Guru Besar Pendidikan Ekonomi Universitas Terbuka Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., serta Manager Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Aulia Rahmawati Zahara.

Direktur Universitas Terbuka Pangkalpinang Unggul Utan Sufandi, jajaran kepala perangkat daerah, para kepala sekolah dan peserta lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut secara langsung maupun daring.

Dalam sambutannya, Hefi mengatakan seminar internasional itu penting untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai peluang dan tantangan pekerjaan pada masa mendatang. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Terbuka dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Hefi, kemajuan teknologi digital membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Petani, nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya, dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Namun, peluang itu harus diimbangi dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan beradaptasi agar masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal.

“Modal terbesar daerah ini bukan hanya kebun, laut, dan tanahnya, tetapi juga anak-anak muda yang kita didik hari ini,” kata Hefi.

Dia menyebut pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam. Kualitas manusia juga menjadi faktor penting untuk mengelola potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hefi memaparkan, berdasarkan data 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bangka Selatan mencapai 70,83 atau meningkat 1,17 persen. Capaian tersebut menempatkan Bangka Selatan sebagai daerah dengan kenaikan IPM tertinggi kedua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya memperbaiki kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Bangka Selatan juga menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses pendidikan. Di antaranya pemberian perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama serta beasiswa Junjung Besaoh Go To Campus untuk membantu masyarakat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain itu, pemerintah menyiapkan 12 putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan melalui Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Pemkab juga memberikan apresiasi kepada 20 mahasiswa penerima beasiswa Tim Baher dan ANC yang telah menyelesaikan pendidikan dan diwisuda pada Mei 2026.

Penguatan keterampilan digital turut dilakukan melalui pelatihan berbasis teknologi dan aplikasi seluler bagi pelaku koperasi. Program yang dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Bangka Selatan itu diharapkan meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Data 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka di Bangka Selatan sebesar 4,48 persen, sedangkan persentase penduduk miskin mencapai 4,17 persen.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor produktif, seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan jasa. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja baru.

Hefi menegaskan pengembangan SDM membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendidikan dan pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dia menilai Universitas Terbuka memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem tersebut, aparatur pemerintah, guru, perangkat desa serta lulusan SMA dan SMK dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Selain itu, kerja sama dengan mitra internasional diperlukan untuk mempelajari praktik pengembangan tenaga kerja yang mampu menghadapi perubahan teknologi. Pengalaman dari negara lain diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan karakteristik Bangka Selatan sebagai wilayah kepulauan dan perdesaan.

Hefi juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan OJK dalam meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat. Pemahaman terhadap layanan keuangan berbasis teknologi diharapkan mendorong penggunaan layanan secara bijak sekaligus mengurangi risiko penipuan.

Kepada generasi muda, Hefi berpesan agar tidak menjadikan asal daerah sebagai penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dia meminta anak-anak muda terus belajar, meningkatkan keterampilan dan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang baru.

“Jangan merasa kecil karena berasal dari daerah kecil. Di era digital, jarak tidak lagi menjadi pembatas, asalkan kita mau belajar, terus mengasah keterampilan, dan berani mencoba,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi para tenaga pendidik yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM Bangka Selatan. Menurutnya, pembangunan manusia membutuhkan keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan, pelaku usaha dan masyarakat.

Melalui seminar internasional tersebut, Pemkab Bangka Selatan berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra strategis semakin kuat. Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja serta memperkuat ekonomi digital.

Dengan SDM yang kompeten, adaptif dan berdaya saing, Bangka Selatan diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah yang inklusif serta berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.