Bangka Selatan, Demokrasibabel – Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi mengajak masyarakat menjaga sejarah, tradisi, dan kebudayaan lokal dalam momentum Hari Jadi ke-318 Kota Toboali. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (25/10/2026).
Debby hadir mewakili Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid dalam rapat yang berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bangka Selatan. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, kepala instansi vertikal, kepala perangkat daerah, Ketua Lembaga Adat Melayu Bangka Selatan, pimpinan organisasi wanita, serta tokoh masyarakat.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga hadir melalui Kepala Biro Pemerintahan Setda Babel Ibnu Suseno yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani.
Dalam sambutannya, Debby mengatakan peringatan hari jadi menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan panjang Kota Toboali sekaligus menghargai perjuangan para pendahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari kerja keras dan pengorbanan berbagai generasi. Sejarah panjang Toboali juga membentuk karakter masyarakat yang menjunjung persaudaraan, persatuan, dan semangat gotong royong.
“Memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318 bukan hanya tentang mengenang usia dan perjalanan masa lalu. Lebih dari itu, peringatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bagi kita bahwa keberadaan dan kemajuan daerah saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dan kontribusi banyak pihak,” kata Debby.
Dia menegaskan, peringatan hari jadi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam melanjutkan pembangunan daerah dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi sebelumnya.
Peringatan Hari Jadi ke-318 Kota Toboali tahun ini mengusung tema “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi dan Ngejago Budaya”. Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga keterkaitan antara sejarah, tradisi, dan kebudayaan sebagai bagian dari identitas masyarakat Bangka Selatan.
Debby menjelaskan sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran untuk menentukan arah pembangunan ke depan. Berbagai pengalaman dan perjuangan terdahulu dapat mengajarkan masyarakat tentang keteguhan, kebijaksanaan, persatuan, serta arti sebuah perjuangan.
“Ngerajut sejarah berarti menyatukan berbagai peristiwa, pengalaman, perjuangan, dan nilai-nilai masa lalu menjadi sebuah fondasi yang kokoh bagi masa depan. Sejarah bukan sekadar kumpulan cerita tentang apa yang pernah terjadi, melainkan sumber pembelajaran yang mengajarkan kita tentang keteguhan, kebijaksanaan, persatuan, dan arti sebuah perjuangan,” ujarnya.
Selain menjaga sejarah, masyarakat juga diminta merawat tradisi dan mengembangkan kebudayaan lokal agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Menurut Debby, budaya daerah merupakan kekayaan bersama yang perlu dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Upaya tersebut, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas seni dan budaya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga generasi muda.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar tradisi dan kebudayaan tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah masyarakat, dikenal lebih luas, dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Debby berharap peringatan Hari Jadi ke-318 Kota Toboali dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya. Menurutnya, pelestarian sejarah dan budaya perlu berjalan beriringan dengan pembangunan yang berlandaskan kearifan lokal.
“Mari kita rajut sejarah agar identitas kita tidak pernah hilang. Mari kita rawat tradisi agar nilai-nilai luhur tetap hidup dalam keseharian. Mari kita jaga budaya agar kekayaan Bangka Selatan terus diwariskan dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ajaknya.
Pada kesempatan itu, Debby juga menyampaikan penghargaan kepada para pendahulu, tokoh masyarakat, pelaku seni, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kelestarian tradisi, mengembangkan kebudayaan, dan mendukung pembangunan Kota Toboali serta Kabupaten Bangka Selatan.







