Bambang Patijaya Pesan Pemuda Buddhis Jaga Jaringan dan Peka Isu Global

by -1239 Views

Sungailiat, Demokrasibabel.com – Anggota DPR RI Bambang Patijaya berpesan kepada pemuda Buddhis agar terus menjaga jaringan, membina kader, dan memiliki kepekaan terhadap persoalan global. Pesan itu disampaikan dalam Musyawarah Daerah VII Gemabudhi Bangka Belitung di Puri Tri Agung, Sungailiat, Sabtu (19/9/2026).

Bambang yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda Buddhis mengatakan membangun jaringan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Menurutnya, pengalaman selama sekitar dua dekade berorganisasi mengajarkan pentingnya merawat hubungan yang telah dibangun dengan kesabaran dan konsistensi.

“Apa yang saya pelajari 20 tahun yang lalu adalah bagaimana membina, membuat suatu hubungan dengan jaringan. Kita bangun jaringan itu yang paling sulit,” kata Bambang.

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Belitung itu menilai konsistensi menjadi bagian penting dalam kepemimpinan. Sebab, kiprah organisasi tidak hanya berdampak bagi daerah, tetapi juga dapat berkembang hingga tingkat nasional.

“Yang penting kita konsisten. Pola kepemimpinan itu bukan hanya berdampak kepada daerah, tetapi juga kepada nasional,” ujarnya.

Bambang juga meminta para senior Gemabudhi memberikan pendampingan kepada kader muda yang telah mengikuti Latihan Kepemimpinan Nasional (Latnas). Ia mengingatkan agar para kader tidak dibiarkan berjalan sendiri setelah menyelesaikan pelatihan.

Selama tiga hari, para kader mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, keorganisasian, kebijakan politik, lingkungan hidup hingga ketahanan pangan. Menurut Bambang, pembekalan tersebut perlu dilanjutkan dengan pendampingan agar dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.

“Jangan dilepas. Ini harus dibimbing, di-backup. Karena kenapa? Percayalah, mungkin yang sekarang bisa dia lakukan duduk, tetapi dia butuh bimbingan untuk berlari,” tuturnya.

Bambang kemudian mengibaratkan proses pembinaan kader seperti mengajari seseorang untuk berlari.

“Duduk dan berdiri sudah bisa, tetapi untuk berlari dia harus diajak,” ujarnya.

Selain persoalan organisasi, Bambang mengajak pemuda Buddhis memahami isu global, salah satunya perubahan iklim. Sebagai anggota Komisi XII DPR RI, ia mengatakan wawasan generasi muda tidak boleh berhenti pada persoalan organisasi, tetapi juga harus mampu membaca berbagai persoalan yang berkembang di dunia.

Ia menyoroti kenaikan suhu bumi yang berdampak terhadap kehidupan manusia. Menurutnya, perubahan iklim meningkatkan ancaman bencana sehingga persoalan tersebut tidak bisa lagi hanya dipandang sebagai isu lingkungan.

Di tingkat kebijakan, DPR RI tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Iklim. Regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kebijakan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung target pencapaian Net Zero Emissions pada 2060.

Bambang menilai keterlibatan generasi muda dalam persoalan tersebut penting. Organisasi kepemudaan, kata dia, tidak cukup hanya melahirkan kader yang mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga harus membentuk generasi yang mampu membaca perubahan dan merespons persoalan yang melampaui batas daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.