Festival Junjung Besaoh 2026 Digelar 21-25 Oktober, Ada Lomba hingga Kuliner Tradisional

by -714 Views

Bangka Selatan, Demokrasibabel – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mematangkan persiapan Festival Junjung Besaoh 2026 yang akan digelar pada 21-25 Oktober 2026 untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Toboali ke-318. Berbagai kegiatan seni, budaya, kuliner tradisional hingga bazar UMKM akan meramaikan festival tersebut.

Persiapan festival dibahas dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Gunung Namak, Senin (19/10/2026). Rapat ini melibatkan perangkat daerah, kepolisian, lembaga adat, komunitas seni, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangka Selatan, Haris Setiawan, mengatakan kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar festival berjalan lancar dan meriah.

“Hari ini kita ingin memantapkan agenda kita, yaitu Festival Junjung Besaoh dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali yang ke-318,” ujar Haris.

Dia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Toboali, ikut menyemarakkan perayaan dengan menghias lingkungan menggunakan umbul-umbul, spanduk, dan ornamen lainnya.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap rekan-rekan semua, khususnya yang berada di Kota Toboali, dapat ikut menyemarakkan kegiatan ini,” katanya.

Festival Junjung Besaoh tahun ini mengusung tema “Merawat Warisan, Menguatkan Identitas, Mempromosikan Kekayaan Budaya Bangka Selatan”. Sejumlah kegiatan disiapkan, mulai dari lomba Bahasa Habang, pertunjukan tari tradisional, Junjung Besaoh Got Talent, permainan tradisional, hingga fashion show Tempo Doeloe.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati Festival Kuliner Tradisional “Ngarawat Rase”, bazar UMKM, seminar sejarah “Toboali Berkisah”, serta hiburan masyarakat.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Malam Puncak Festival Junjung Besaoh pada Minggu (25/10/2026).

Pemkab Bangka Selatan berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi Kota Toboali, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya, promosi produk lokal, pengembangan UMKM, dan penguatan identitas masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.