DPPPAKB Pangkalpinang Fokus Dampingi Keluarga yang Punya Anak Berisiko Stunting

by -854 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Upaya mencegah stunting di Pangkalpinang dilakukan dengan memperkuat pendampingan terhadap keluarga yang memiliki anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. DPPPAKB Kota Pangkalpinang melibatkan kader di tingkat kelurahan dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam upaya tersebut.

Kepala DPPPAKB Kota Pangkalpinang, Dr. Erwandy, S.E., M.M., mengatakan pendampingan dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada keluarga yang memiliki faktor risiko stunting.

“Kami sifatnya melakukan intervensi, terutama sosialisasi mengenai stunting melalui kader dan Tim Pendamping Keluarga,” kata Erwandy saat memberikan keterangan di Aston Edimary, Pangkalpinang, Rabu (7/10/2026).

Menurut Erwandy, DPPPAKB memiliki fokus pada anak yang masuk kategori berisiko stunting. Ia menegaskan anak berisiko stunting berbeda dengan anak yang telah dinyatakan mengalami stunting.

“Kalau kami itu anak risiko stunting. Anak risiko stunting dengan stunting berbeda. Risiko stunting berarti dia belum masuk stunting, tetapi karena berbagai faktor dan kriteria tertentu, dia dianggap berisiko,” jelasnya.

Dia mengatakan faktor risiko tersebut dapat dipengaruhi berbagai kondisi, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, asupan gizi hingga faktor kesehatan.

Untuk data yang lebih valid mengenai kasus stunting, Erwandy mengatakan kewenangannya berada di Dinas Kesehatan. Begitu juga dengan persoalan teknis kesehatan, pemeriksaan dan penanganan medis.

“Data yang lebih valid ada di Dinas Kesehatan. Kalau bantuan seperti pengobatan, makan dan minum yang berkaitan dengan kesehatan, itu dari Dinas Kesehatan. Untuk masalah teknis kesehatan dan data kesehatan juga berada di ranah kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, DPPPAKB terus mendorong kader kelurahan dan TPK untuk memberikan edukasi serta memantau keluarga dan anak yang memiliki faktor risiko.

Erwandy mengatakan pihaknya juga membuka peluang untuk memperkuat intervensi melalui bantuan bagi keluarga berisiko stunting. Namun, hal itu tetap bergantung pada kemampuan anggaran Pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Kalau anggaran Pemkot sudah memungkinkan, Insyaallah kita juga akan berikhtiar untuk ikut melakukan intervensi dalam bentuk bantuan,” katanya.

Dia menambahkan, persoalan stunting berkaitan dengan banyak faktor. Selain kesehatan, kondisi ekonomi keluarga, pemenuhan gizi, lingkungan dan pola pengasuhan juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Karena itu, menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk orang tua dalam memastikan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak terpenuhi.

“Banyak faktor yang memengaruhi. Kalau faktor kesehatan, tentu teman-teman di Dinas Kesehatan yang lebih mengetahui. Tetapi masalah ekonomi dan gizi juga bisa menjadi faktor,” pungkas Erwandy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.