Bangka, Demokrasibabel – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani mengawal percepatan realisasi program plasma 20 persen PT Gunung Maras Lestari (GML) bagi masyarakat di 8 desa di Kabupaten Bangka. Program tersebut diproyeksikan memberi manfaat bagi sekitar 7.000 jiwa.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan penyerahan lahan plasma kepada masyarakat di Lapangan Bola Divisi 3 PT GML, Desa Bakam, Selasa (29/9/2026).
Delapan desa yang masuk dalam program plasma tersebut tersebar di Kecamatan Bakam, Puding Besar, dan Pemali. Desa-desa itu yakni Dalil, Kayu Besi, Sempan, Bakam, Mabat, Mangka, Air Duren, dan Bukit Layang.
Hidayat mengatakan program plasma merupakan bentuk keberpihakan investasi kepada masyarakat. Dia meminta seluruh pihak mengawal pelaksanaannya agar warga benar-benar mendapat manfaat dari keberadaan perusahaan perkebunan.
“Hari ini kita berterima kasih kepada PT GML yang telah melaksanakan program plasma 20 persen. Kita bangga karena program ini benar-benar diperuntukkan bagi rakyat. Langkah ini menjadi yang pertama kali dilakukan di Indonesia untuk delapan desa tersebut,” kata Hidayat.
Dia menjelaskan masyarakat akan mendapatkan lahan, bibit, dan pupuk tanpa harus mengeluarkan biaya. Karena itu, Pemprov Babel bersama DPRD akan mengawal keberlanjutan program tersebut.
“Program plasma ini gratis tanpa utang. Masyarakat mendapatkan lahan, bibit, dan pupuk tanpa harus membeli. Ada sekitar 7.000 jiwa yang bergantung pada program ini, sehingga Pemprov dan DPRD bertanggung jawab untuk memastikannya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Hidayat juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama mengawal pengelolaan plasma agar sesuai dengan tujuan awal. Dia turut mendorong percepatan proses Hak Guna Usaha (HGU) untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
“Saya juga meminta proses HGU segera ditindaklanjuti agar masyarakat memperoleh sertifikat hak milik. Kepada para kepala desa, mari kita bersatu untuk rakyat,” katanya.
MoU Jadi Dasar Kerja Sama Plasma
Direktur PT GML Yeap Tzu Tsing mengatakan kesepakatan dengan 8 koperasi dari desa-desa penerima plasma menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memenuhi komitmen penyediaan lahan plasma 20 persen pada proses perpanjangan HGU.
“Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat jangka panjang melalui program plasma, CSR, serta dukungan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga sinergi antara perusahaan, warga, dan pemerintah daerah terus terjaga,” kata Yeap.
Dalam MoU tersebut diatur penyediaan lahan HGU untuk koperasi dan pengelolaan kebun oleh PT GML hingga HGU dan IUP terbit. Pengelolaan itu mencakup pemeliharaan, pembiayaan, replanting, hingga penjualan tandan buah segar (TBS) dengan mekanisme transparan dan akuntabel.
MoU tersebut menjadi kesepahaman awal sekaligus dasar bagi para pihak untuk mempersiapkan dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Mekanisme pengelolaan plasma, perhitungan dan pembayaran penghasilan plasma, serta hak dan kewajiban para pihak nantinya akan diatur lebih lanjut dalam PKS.
Kepala Desa Bakam Mashur mengapresiasi fasilitasi Pemprov Babel sehingga penandatanganan kerja sama antara PT GML dan koperasi plasma dari 8 desa dapat terlaksana.
“Kami menyambut baik penandatanganan MoU antara PT GML dan koperasi plasma di delapan desa agar realisasinya segera terwujud. Hal ini membutuhkan kolaborasi mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi,” kata Mashur.
Sementara itu, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menyebut penandatanganan MoU tersebut merupakan hasil perjuangan masyarakat. Dia meminta pengelolaan plasma dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Ini adalah buah perjuangan, doa, dan usaha masyarakat yang hari ini dijawab melalui MoU. Saya berpesan, jangan sia-siakan kesempatan ini. Masyarakat harus tetap kompak, dan pengurus koperasi wajib mengelolanya secara transparan agar tidak memicu perpecahan,” kata Didit.
Didit menegaskan DPRD Babel akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Pada kesempatan yang sama, PT GML juga menyerahkan bantuan CSR kepada masyarakat setempat.







