Pertama Kali ke Museum Timah, Siswa SMK Belinyu Tertarik Teknologi Kapal Isap

by -1070 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk mengenal sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung. Tak hanya sejarah, museum yang dikelola PT Timah Tbk itu juga memperkenalkan perkembangan teknologi pertambangan dari masa ke masa.

Hal tersebut dirasakan Muhammad Ikhsan, siswa jurusan Teknik Alat Berat SMK IT Jamalullail Belinyu. Ia untuk pertama kalinya mengunjungi Museum Timah Indonesia pada Rabu (23/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ikhsan bersama siswa lainnya mendapat penjelasan dari petugas museum mengenai sejarah pertambangan timah, tokoh dan pahlawan lokal, hingga berbagai peralatan pertambangan yang digunakan pada masa lalu.

Berbagai koleksi museum membuat Ikhsan bisa melihat secara langsung perubahan teknologi pertambangan. Pengetahuan tersebut menurutnya memiliki kaitan dengan bidang yang dipelajarinya di sekolah.

Salah satu koleksi yang paling menarik perhatiannya adalah replika dan informasi mengenai kapal isap. Sebagai siswa Teknik Alat Berat, ia merasa teknologi kapal isap memberikan pengalaman belajar yang berbeda.

“Di antara semua koleksi di museum, yang paling membuat saya penasaran adalah kapal isap untuk menambang timah. Luar biasa sekali menurut saya, karena teknologi ini memungkinkan proses penambangan dilakukan dengan mengambil konsentrat timah dari dasar laut,” ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, kunjungan tersebut juga memperlihatkan perbedaan teknologi pertambangan dari masa lalu hingga sekarang. Peralatan yang dahulu digunakan secara manual memiliki karakteristik berbeda dengan mesin dan teknologi yang digunakan dalam aktivitas pertambangan saat ini.

Penjelasan petugas mengenai fungsi dan mekanisme berbagai peralatan pertambangan juga membuatnya dapat menghubungkan pelajaran di sekolah dengan penerapannya di dunia industri.

“Banyak wawasan baru yang saya dapat, mulai dari sejarah daerah, pertambangan sampai alat-alat yang digunakan. Penjelasan dari petugas juga membuat saya lebih memahami bagaimana teknologi pertambangan berkembang,” katanya.

Ikhsan berharap Museum Timah Indonesia terus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda. Menurutnya, pelajar tidak hanya perlu mengenal sejarah pertambangan melalui buku, tetapi juga melihat langsung berbagai peninggalan dan informasi yang ada di museum.

“Semoga Museum Timah Indonesia dan PT Timah dapat terus berkembang dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Semoga kita dapat membentuk lagi karakter pertambangan dan industri ini bisa lebih maju ke depannya,” harapnya.

Sumber : www.timah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.