Akademisi UBB Bawa Gagasan Smart Fisheries Indonesia ke Forum Internasional China

by -1097 Views

Nanning, Demokrasibabel – Akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Tri Lestari, membawa perspektif Indonesia dalam pengembangan smart fisheries berkelanjutan pada forum internasional di Nanning, Guangxi, China.

Tri Lestari yang merupakan Associate Professor sekaligus mantan Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan UBB, mengikuti Guangxi International Exchange Event on Smart Fisheries Innovation and Development yang berlangsung pada 14-19 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Tri menjadi bagian dari delegasi Indonesia bersama Dr. Henny Saptatia DN, Ketua Departemen Kajian Stratejik Global dan Kewilayahan (KSGK), Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI). Delegasi Indonesia dipimpin Henny yang juga menjabat Ketua Advisory Board ASEAN-China Research Centre (ACRC).

Forum tersebut diselenggarakan Department of Agriculture and Rural Affairs of Guangxi Zhuang Autonomous Region dengan dukungan Guangxi Aquatic Species Introduction and Breeding Centre, Guangxi Vocational University of Agriculture, serta China-ASEAN Agriculture Training Centre.

Pertemuan itu menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan sektor perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan.

Dalam forum, Henny menyampaikan perspektif Indonesia mengenai pentingnya pengembangan perikanan dan akuakultur yang tidak hanya mengandalkan kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas manusia sebagai pelaku utama sektor tersebut.

Menurut Henny, sektor perikanan dan akuakultur memiliki posisi strategis bagi Indonesia karena berkaitan dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi hingga keberlanjutan lingkungan.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan wilayah perairan yang luas dinilai memiliki kepentingan besar terhadap pengembangan sektor perikanan yang inovatif dan berkelanjutan.

“Smart fisheries” juga tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan artifisial, big data, sensor, informasi satelit, digital traceability, maupun sistem akuakultur pintar.

Pemanfaatan teknologi tersebut, kata Henny, harus berjalan beriringan dengan kemampuan manusia untuk memahami, mengoperasikan, mengadaptasi, serta memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

Salah satu gagasan yang dibawa Indonesia dalam forum tersebut adalah Smart Fisheries Human Capability Network. Gagasan ini berupa jejaring yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, pusat pelatihan, sektor swasta, nelayan, dan pembudidaya ikan.

Jejaring tersebut diarahkan untuk mendorong pelatihan dan sertifikasi bersama, riset kolaboratif, living laboratories, pertukaran pengetahuan dan data, serta pemberdayaan generasi muda dan perempuan dalam pengembangan ekonomi biru.

Keterlibatan Tri Lestari dalam forum tersebut turut mempertemukan perspektif kajian strategik dan global dengan keahlian di bidang pertanian, perikanan dan kelautan. Pengalaman akademiknya dinilai dapat membuka peluang pengembangan agenda riset bersama yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di kawasan.

Bagi UBB, keikutsertaan akademisi dalam forum internasional tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Kolaborasi yang dijajaki mencakup bidang riset, pendidikan, pelatihan, pertukaran pengetahuan hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Kerja sama antara Indonesia, China, ASEAN dan mitra Asia lainnya diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi konkret dalam mendukung sektor perikanan dan akuakultur yang inovatif, inklusif dan berkelanjutan.

Keterlibatan akademisi UBB dalam forum tersebut sekaligus memperluas kontribusi keilmuan Indonesia di tingkat global, khususnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, ekonomi biru, transformasi teknologi dan keberlanjutan sumber daya perikanan dan kelautan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.