Jasa Marga dan Jasa Raharja Perkuat Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital

by -1044 Views

Jakarta, Demokrasibabel.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan layanan keselamatan jalan tol berbasis digital melalui aplikasi Travoy.

Layanan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, dalam memperoleh informasi risiko, melaporkan kecelakaan, menemukan rumah sakit terdekat, hingga mengakses bantuan darurat secara lebih cepat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya dan Pengembangan Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk mengoptimalkan potensi melalui aplikasi Travoy dan aplikasi Jasfren, mulai dari sumber daya, data, informasi, sarana, kanal layanan, hingga kapabilitas masing-masing, guna memperkuat keselamatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan jalan tol.

Karena itu, upaya meningkatkan keselamatan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur yang andal, tetapi juga mencakup kemampuan mendeteksi risiko, memberikan informasi yang tepat, serta memastikan pengguna memperoleh bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Bagi kami, keselamatan pengguna menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan di jalan tol. Karena itu, kami terus mendorong penguatan layanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi juga pada bagaimana risiko dapat diantisipasi sejak awal,” ujar Rivan.

“Melalui kolaborasi dengan Jasa Raharja, kami ingin menghubungkan data, teknologi, dan kompetensi yang dimiliki kedua pihak untuk menghadirkan layanan keselamatan yang lebih cepat, tepat, dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang mudah, cepat, dan terintegrasi menjadi salah satu fokus utama dalam penguatan layanan Jasa Raharja.

“Ketika kecelakaan terjadi, korban dan keluarga tidak boleh dibebani dengan kebingungan mencari bantuan atau informasi mengenai layanan yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan akses pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat dalam satu platform yang mudah digunakan,” ujarnya.

Menurut Awaluddin, kecepatan informasi menjadi bagian penting dalam penanganan korban. Informasi awal yang diterima secara cepat dan akurat dapat membantu koordinasi antara pengelola jalan tol, petugas Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Semakin cepat informasi diterima dan diteruskan kepada pihak yang tepat, semakin besar peluang korban memperoleh penanganan medis secara cepat,” ucapnya.

Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan membuka peluang menghadirkan layanan yang mampu menghubungkan informasi dari lapangan dengan proses penanganan secara lebih cepat dan tepat. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar, aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi pengguna jalan.

Sejumlah fitur yang saat ini sedang dikaji untuk diintegrasikan melalui aplikasi Travoy antara lain informasi rumah sakit terdekat berdasarkan posisi pengguna, serta kanal pelaporan kecelakaan dan bantuan darurat.

Selain memperkuat penanganan ketika terjadi kecelakaan, kolaborasi juga diarahkan pada upaya pencegahan melalui pengembangan informasi titik rawan kecelakaan berdasarkan data historis dan analisis keselamatan.

Fitur tersebut nantinya dapat digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi saat mendekati ruas jalan tol dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, penandatanganan MoU diawali dengan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) dan prinsip dasar pertolongan pertama yang turut dilengkapi dengan pengecekan kesehatan gratis bagi peserta.

Pelatihan tersebut menjadi bentuk penguatan kompetensi personel agar memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, termasuk memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pelaksanaan PPGD dan pemeriksaan kesehatan menegaskan bahwa transformasi layanan keselamatan tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesiapan personel yang sehat, kompeten, dan sigap sebagai garda terdepan dalam memberikan respons di lapangan.

Melalui kolaborasi tersebut, Jasa Marga dan Jasa Raharja berkomitmen membangun ekosistem keselamatan jalan tol yang menghadirkan informasi, pertolongan, dan perlindungan yang semakin terintegrasi serta semakin dekat dengan masyarakat.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang lancar, aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan tol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.