Pemkot Pangkalpinang Perkuat Sinergi Antisipasi Karhutla

by -885 Views

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi serta pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Pangkalpinang.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pencegahan karhutla yang digelar pada Selasa (8/9/2026).

Saparudin mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin, khususnya dalam menghadapi potensi karhutla.

“Rapat koordinasi ini tentu untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi yang telah berlangsung selama ini, terutama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Saparudin di Pangkalpinang.

Menurutnya, kondisi cuaca di Pangkalpinang saat ini masih cukup panas karena belum turun hujan. Suhu pada siang hari berada di kisaran 33-34 derajat Celsius, sedangkan malam hari sekitar 26-28 derajat Celsius.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama karena masih terdapat lahan kering yang cukup luas di sekitar permukiman warga maupun kawasan perkantoran.

“Lahan-lahan kering itu cukup luas dan bahayanya ketika berada di sekitar rumah penduduk dan area perkantoran. Kalau sampai merembet ke perumahan atau perkantoran tentu sangat berbahaya,” ujarnya.

Keterbatasan Sarana Jadi Tantangan

Saparudin menegaskan, Pemkot Pangkalpinang tidak dapat menangani karhutla seorang diri. Dukungan dari kepolisian, TNI, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat.

Menurutnya, jarak antarwilayah di Pangkalpinang relatif dekat, yakni sekitar 15-20 menit perjalanan menggunakan kendaraan. Namun, kondisi tersebut tetap dapat menjadi tantangan apabila kebakaran terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi.

“Kalau terjadinya serentak di beberapa titik, itu juga menjadi kewalahan,” katanya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Saparudin mengakui peralatan penanganan kebakaran yang dimiliki Pemkot Pangkalpinang masih terbatas. Bahkan, sejumlah kendaraan sempat mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas penggunaan saat menangani kebakaran.

“Kemarin juga sempat rusak karena terlalu tinggi intensitas kerjanya. Kita segera perbaiki. Terima kasih kepada teman-teman dari instansi lain yang juga mendukung dengan fasilitas dan peralatan sarana prasarana pendukung,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia, BPBD Kota Pangkalpinang memiliki sekitar 90 personel. Lebih dari separuh personel tersebut bertugas di lapangan.

Antisipasi Pembakaran Lahan Sengaja

Selain faktor cuaca dan kondisi lahan yang kering, Pemkot Pangkalpinang juga mengantisipasi kemungkinan kebakaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Saparudin meminta dukungan TNI dan Polri untuk membantu pengamanan sekaligus mengantisipasi adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran lahan.

“Karhutla itu tidak hanya faktor terbakar secara tidak sengaja. Kalau tidak sengaja mungkin karena membuang puntung rokok atau membakar sampah kemudian tertiup angin. Tapi ada juga yang mungkin sengaja karena mau membuka atau membersihkan lahan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembakaran lahan secara sengaja tidak diperbolehkan. Untuk dugaan kebakaran yang dilakukan dengan sengaja, Pemkot Pangkalpinang menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

“Kami serahkan kepada kepolisian untuk melakukan investigasi terkait mereka yang secara sengaja melakukan kebakaran,” ujar Saparudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.