Pangkalpinang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 28 Pangkalpinang menjadi momentum untuk mengajak para siswa tidak hanya mengenal Rasulullah, tetapi juga meneladani sifat dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengawas Sekolah Madya, M. Saleh, S.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu agenda tahunan yang telah menjadi bagian dari Rencana Kerja Sekolah. Namun, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Peringatan Maulid ini bukan hanya sekadar seremonial saja. Di sini kita berharap agar anak-anak dapat meneladani akhlak dan sifat Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh, fathonah,” ujar M. Saleh.
Ia menjelaskan, sifat siddiq berarti jujur, amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tabligh berarti menyampaikan kebaikan, sedangkan fathonah berarti cerdas.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting ditanamkan kepada siswa sejak dini, terlebih tugas utama para pelajar adalah belajar dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang semakin ketat.
M. Saleh juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, panitia, serta paguyuban yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan pendidikan di sekolah.
Selain itu, ia mengapresiasi penampilan siswa dalam kegiatan tersebut, termasuk pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori. Menurutnya, para siswa juga menunjukkan perhatian yang baik selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 28 Pangkalpinang, Suainah, S.Pd.SD., mengatakan kegiatan Maulid Nabi tahun ini turut mengangkat tradisi nganggung atau sedulang yang menjadi salah satu budaya masyarakat Bangka Belitung.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelas membawa satu dulang sebagai bentuk kebersamaan. Kegiatan tersebut melibatkan kerja sama antara pihak sekolah, panitia, dan paguyuban.
Suainah berharap tradisi nganggung tetap dapat dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman dan penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.
Menurutnya, kegiatan seperti Maulid Nabi tidak hanya menjadi sarana untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter siswa sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut, sehingga peringatan Maulid Nabi di SD Negeri 28 Pangkalpinang dapat berlangsung dengan penuh kebersamaan.







